Showing posts with label Dharma. Show all posts
Showing posts with label Dharma. Show all posts

Thursday, 24 May 2018

1000 BUKU GRATIS UNTUK MASYARAKAT BUDDHIS DI JAWA






*[1000 BUKU GRATIS UNTUK MASYARAKAT BUDDHIS DI JAWA]**
*Dibagikan pada perayaan Waisak di Candi Sewu, Jawa Tengah

Akan dibagikan!
*Umpama Uripku Kari Sedina*
(Jika Hidupku Tinggal Sehari)
Apa sing Bisa Daktindakake?
(Apa yang bisa kuperbuat?)

_Buddha ngendika,_
_"Saiki panguripanmu nyedhaki purna, lan_
_Kowe wis lumaku tumuju marang rajaning kematian,_
_Ora ana papan kanggo mandheg jroning lakuku,_
_Kamangka Kowe durung nduweni sangu kanggo lakumu."_
-Dhammapada 237-

Buddha mengatakan,
“Sekarang kehidupanmu mendekati akhir,
Dan engkau telah mulai berjalan ke arah raja kematian.
Tidak ada tempat berhenti bagimu diperjalanan,
Sedang engkau belum memiliki bekal untuk perjalananmu.”
- Dhammapada 237 -

Bagi yang *ingin mendukung Kegiatan dan Penerbitan* buku ini, dapat menyokong kami dengan menjadi Dharma Patron Lamrimnesia. Terbuka juga kesempatan untuk menjadi *Dharma Patron rutin* (donasi rutin) Lamrimnesia.

*Caranya*, salurkan dana Anda ke rekening:
*BCA 0079 388 388*
a.n. Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara

Mohon *konfirmasi dana Anda* ke Call Center Lamrimnesia:
tiny.cc/patronsewu (Whatsapp)
Atau dengan format:
Sewu/Nama Donatur/Nama Rekening/Jumlah Donasi/Tanggal Transaksi/Pelimpahan Jasa
Contoh: Sewu/Cindy/BCA Cindy/300.000/19Mei18/Cindy & Budiman

*Dana yang Anda berikan akan disalurkan untuk*:
- Penerbitan dan Penyebaran Buku Dharma
- Penyelenggaraan Kegiatan Dharma
- Biaya Operasional dan Mobilisasi Dharma Patriot

*Mari sebarkan* informasi mengenai kesempatan baik ini ke media sosial atau Whatsapp Anda agar semakin banyak orang mendapatkan manfaatnya.

Sarwa Manggalam,
Call Center Lamrimnesia
hp/wa: +62812 2281 6044
email: info@lamrimnesia.org
fb/ig: Lamrimnesia

Wednesday, 7 March 2018

Buku Baru!! Karma dan Akibatnya

Segera Terbit!!!

Karma dan Akibatnya
Oleh Dagpo Rinpoche
Dicetak 3000 eksemplar, dibagi gratis!





Ajaran tentang hukum karma adalah salah satu ajaran Buddha yang paling berharga, dan merupakan cara yang teramat unggul dalam memandang dunia ini. Sangat penting bagi diri kita untuk mengetahui bagaimana hukum karma berjalan, karena kita tentu ingin mendapatkan kebahagiaan yang didapatkan dari melakukan karma baik dan menghindari penderitaan yang didapatkan dari melakukan keburukan.


Dalam buku ini, Dagpo Rinpoche membahas tentang hukum karma secara lengkap dan sistematis, dimulai dari bagaimana suatu karma dikatakan lengkap dan tidak lengkap, bagaimana akibat karma lengkap dan tidak lengkap harus kita jalani, serta apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita hindari.

Ingin mendapatkan buku ini untuk diri sendiri ataupun rekan dan wihara Anda?
Daftarkan diri Anda ke Call Center Lamrimnesia dengan format: "Daftar Buku Karma!".

Ingin mendukung pengembangan Buddhadharma di Indonesia?
Salurkan dukungan Anda untuk program SAPA (Sebar-Ajak-Promosi-Ajak) Dharma Lamrimnesia ke:

BCA 0079 388 388
Mandiri 119 009 388 388 0
An Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara

Mohon konfirmasi dana Anda ke Call Center Lamrimnesia dengan format:
Karma/Nama Donatur/Nama Rekening/Jumlah Donasi/Tanggal Transaksi/Dedikasi

Contoh:
Karma/Cindy/BCA Cindy/500.000/14Februari2018/Cindy&Budiman

Dana yang Anda berikan akan disalurkan untuk:
- Penerbitan & Penyebaran Buku Dharma (SEBAR)
- Penyelenggaraan Kegiatan Dharma (AJAR & PROMOSI)
- Mobilisasi Relawan & Operasional (PROMOSI & AJAK)


Semakin banyak dana yang masuk, semakin banyak orang-orang yang akan mendapatkan kesempatan bertemu Dharma yang berharga ini.

Sarwa Manggalam,
Call Center Lamrimnesia
hp/wa: +62812 2281 6044
fb/ig: Lamrimnesia
email: info@lamrimnesia.org

Terima kasih telah membantu menyebarkan info ini!

Tuesday, 15 August 2017

Buku Dharma: Jika Hidupku Tinggal Sehari, Oleh Dagpo Rinpoche

[ *S* APA - Sebar Dharma]
Mari berbagi Dharma!



Lamrimnesia akan segera mengirimkan buku Dharma kepada Anda, dengan judul:

*Jika Hidupku Tinggal Sehari*
*Apa yang bisa kuperbuat?*
Oleh Dagpo Rinpoche
Buddha mengatakan,
“Sekarang kehidupanmu mendekati akhir,
dan engkau telah mulai berjalan ke arah raja kematian.
Tidak ada tempat berhenti bagimu diperjalanan,
sedang engkau belum memiliki bekal untuk perjalananmu.”
- Dhammapada 237 - 
Apakah aku siap?

*Buku ini dibagikan tanpa dipungut biaya*
Kepada Sangha, Umat Buddhis, donatur, wihara, sekolah, dsb. 
Berkat kebaikan hati para donatur yang membiayai penerbitan dan penyebaran buku ini.

---

Terbuka kesempatan berdana:
*BCA 0079 388 388*
*Mandiri 119 009 388 388 0*
*An Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara*

Dana yang Anda berikan akan disalurkan untuk:
35% Penerbitan & Penyebaran Buku Dharma (SEBAR)
35% Penyelenggaraan Kegiatan Dharma (AJAR & PROMOSI)
30% Mobilisasi Relawan & Operasional (PROMOSI & AJAK)

Konfirmasi ke Call Center kami dengan format:
Hidup/Nominal/Nama Donatur/Tanggal transfer/Nama Rekening/Dedikasi

Contoh:
Hidup/200.000/20 Juli 2017/Cindy/BCA an. Cindy/Cindy dan Budiman

_Setiap rupiah yang Anda danakan akan membuka kesempatan bagi pencerahan teman-teman kita di seluruh pelosok Indonesia._

---

*Ingin mendapatkan buku ini?*
*Daftarkan diri Anda ke call center kami!*

1. Apabila sebelumnya Anda *belum pernah menerima* buku Dharma berkala dari kami, silakan daftarkan diri Anda dengan format:

DAFTAR BUKU DHARMA
Nama Anda:
No Telp:
Alamat:
Kode pos:
Jumlah Buku:

2. Apabila sebelumnya Anda sudah pernah menerima buku Dharma berkala namun *pindah alamat*, mohon informasikan alamat baru Anda kepada kami, dengan format:

PERUBAHAN ALAMAT
Nama Anda:
No Telp:
Alamat baru:
Kode pos:
Jumlah Buku:

3. Kami mengajak Anda untuk *merekomendasikan teman-teman Anda* untuk menerima buku ini. Kirimkan data teman Anda ke nomor ini dengan format:

REKOMENDASI TEMAN
Nama Anda:
Nama Penerima:
No Telp Penerima:
Alamat Penerima:
Kode pos:
Jumlah Buku:

Melalui rekomendasi Anda akan makin banyak orang-orang yang belajar dan berpraktik Buddhadharma.

Sarwa Manggalam,
*Call Center Lamrimnesia*
hp/wa: +62812 2281 6044
fb/ig: Lamrimnesia
email: info@lamrimnesia.org

Tuesday, 14 March 2017

aktivitas Dharma Khenpo Thubten Dorji di Indonesia Menjelang Waisak 2017




Kami undang Anda semua untuk menghadiri rangkaian aktivitas Dharma :
*Khenpo Thubten Dorji*
Di Indonesia 
April – Mei 2017

*Jakarta* 
14-16 April 2017
Retret Namcho Zhambala merah dan Kurukule

*Banyuwangi*
19 April 2017
Persembahan Vas Naga

*Jakarta*
22-24 April 2017
Inisiasi, Transmisi dan Penjelasan 21 Tara 

*Jogjakarta*
29 April – 1 Mei 2017
Retret Vajrakilaya

*Makassar*
4 Mei 2017
Persembahan Vas Naga

*Jakarta*
6-7 Mei 2017
Retret Bodhicitta


11 Mei 2017
Perayaan Tri Suci Waisak 2561



_Informasi dan Pendaftaran:_
*Jakarta* 
Reva      : +6289622970698
Sila         : +6281933613394

*Banyuwangi*
Catur     : +6282133198932

*Jogjakarta*
Abiet     : +628562570592 (Hanya WA/ SMS)
Padmawira  : +62812-38810080 (Hanya WA/ SMS)  
Melva    : +6285691818092

*Makassar*
Hadi       : +62818758308

Bagi yang ingin berdana untuk aktivitas Dharma Khenpo Thubten Dorji dapat disalurkan ke rekening sbb:
*Dewi Purnama Sari*
*BCA        069-225-1928*
Kode angka di belakang nilai donasi adalah 5

Konfirmasi atas dana yang ditransfer dapat menghubungi Sis Dewi di nomor +62-813-1898-2869

Sebelum dan sesudahnya, Anumodana

Hormat kami,
Arya Taray Nusantara

Sunday, 26 February 2017

PENJELASAN MENGENAI DANA DAN TINGKATANNYA

PENJELASAN MENGENAI DANA DAN TINGKATANNYA
Oleh : Bhikkhu Ledi Sayadaw



Penggolongan dan Penjelasan Dana Menurut Pasangan Dua :

1. AMISA DANA dan DHAMMA DANA

Amisa Dana : Pemberian dalam bentuk materi (termasuk uang).

Dhamma Dana : Pemberian berupa pengetahuan Dhamma, misalnya: mengajar dan membabarkan, menulis, menerjemahkan, menerbitkan dan memberikan buku-buku Dhamma.

Dari keduanya, Dhamma Dana memberikan hasil atau vipaka yang lebih tinggi dan berguna. Karena Dana materi hanya mampu menolong orang lain sesaat saja sedangkan Dana Dhamma mampu menolong orang lain sampai beberapa kehidupannya yang akan datang. Buddha bersabda, “SABBA DANAM DHAMMA DANAM JINATI”, artinya: dari semua pemberian, pemberian DHamma-lah yang tertinggi. 

Amisa Dana akan menghasilkan Kemakmuran dan Kesejahteraan Materi. Dhamma Dana akan menghasilkan timbulnya Kebijaksanaan dan Pengetahuan.

2. SAKKACA DANA dan ASAKKACCA DANA

Sakkacca Dana : Pemberian dengan hati-hati, sopan dan penuh hormat.

Asakkacca Dana : Pemberian tanpa sifat-sifat tersebut di atas. Misalnya memberikan makanan kepada hewan, tanpa memperhatikan segi-segi kebersihan dan sebagainya.

Bila Asakkacca Dana menghasilkan buah maka seseorang akan mendapatkan sikap yang kurang hormat atau kasar dari teman-teman, anak-anak atau pelayan-pelayannya.

3. PUJA DANA dan ANUGGAHA DANA

Puja Dana : Pemberian kepada orang-orang yang tinggi atau orang yang menjalankan Sila dan orang-orang Mulia. 

Anuggaha Dana : Pemberian kepada orang-orang yang rendah atau dengan kata lain, orang yang tidak menjalankan Sila.

Puja Dana menghasilkan buah yang sungguh jauh lebih banyak dan lebih tinggi daripada Anuggaha Dana.

4. SAHATTHIKA DANA dan ANATTHIKA DANA

Sahatthika Dana : Pemberian dengan tangan sendiri atau dilihat sendiri.

Anatthika Dana : Pemberian melalui teman, orang lain, dititipkan atau diletakkan begitu saja.

Sahatthika Dana akan menghasilkan buah yang lebih banyak dan sempurna dibandingkan dengan Anatthika Dana. Bila Anatthika Dana menghasilkan buah, buahnya kecil dan mungkin tidak sempurna (tidak dapat dinikmati secara sempurna olehnya, malah orang lain yang menikmatinya).

5. THAVARA DANA dan ATHAVARA DANA

Thavara Dana : Pemberian yang bersifat tahan lama atau jangka panjang, misalnya : Tanah, Vihara, Rumah Peristirahatan, Sekolah, Jembatan, Jalan, Sumur, Rumah Sakit dan sebagainya.

Athavara Dana : Pemberian yang sifatnya tidak tahan lama, misalnya : makanan, minuman, pakaian, uang dan sebagainya.

Thavara Dana menghasilkan buah yang jauh lebih banyak dan lebih kuat serta bertahan lama buahnya dibandingkan Athavara Dana. 

Athavara Dana juga dapat menghasilkan buah yang sama kuat dengan Thavara Dana, bila Athavara Dana dilakukan secara teratur dan terus menerus selama masa hidupnya.

6.SAPARIVARA DANA dan APARIVARA DANA

Saparivara Dana : Pemberian yang disertai dengan tambahan-tambahan lain yang lengkap.

Asaparivara Dana : Pemberian yang tidak disertai dengan tambahan-tambahan lain.

Pemberian nasi saja adalah Aparivara Dana, bila disertai dengan lauk pauk, termasuk Saparivara Dana. Sama juga halnya dengan pemberian roti atau buah saja, adalah Aparivara Dana. Sedangkan bila disertai dengan mentega atau selai adalah Saparivara Dana. 

Saparivara Dana akan menghasilkan buah yang lengkap dan nyaman. Bila Aparivara menghasilkan buah, biasanya akan cenderung untuk tidak lengkap atau tidak nyaman, misalnya seseorang menerima rumah, mungkin tak ada jendelanya atau mobil tanpa AC nya dan sebagainya.

7. NICCA DANA dan ANICCA DANA

Nicca Dana : Pemberian yang dilakukan secara teratur dan terus-menerus.

Anicca Dana : Pemberian yang dilakukan kadang-kadang saja. 

Dalam Anggutara Nikaya dikatakan bahwa jika seseorang senang melakukan Nicca Dana dan Thavara Dana semasa hidupnya, adalah layaknya kebiasaan seorang Sotapana. Dia tidak akan dilahirkan di Alam Apaya (Alam menyedihkan).

8. SANKHARA DANA dan ASANKHARA DANA

Sankhara Dana : Pemberian Dana setelah mendapat dorongan atau nasehat dari orang lain.

Asankhara Dana : Pemberian yang dilakukan atas kehendak sendiri, tanpa dorongan dari orang lain.

Sankhara Dana bila menghasilkan buah, maka  buahnya sendiri akan terbatas sekali. Asankhara Dana bila menghasilkan buah, maka buahnya akan tidak terbatas.

9. JANA DANA dan AJANA DANA

Jana Dana : Pemberian yang dilakukan dengan bijaksana dan mengerti akan akibat-akibatnya.

Ajana Dana : Pemberian yang dilakukan dengan tidak mengerti dan tidak mengetahui akan akibat-akibatnya.

Ajana Dana menghasilkan Dvihetuka Patisandhi. Mereka yang dilahirkan dengan Dvihetuka Patisandhi tidak banyak yang dapat mereka capai dalam kehidupan spiritual, sebab mereka tidak mempunyai Amoha / Panna (kebijaksanaan). 

Jana Dana membawa ke arah Tihetuka Patisandhi. Mereka yang lahir dengan Tihetuka Patisandhi dapat mencapai tingkat Kesucian Sotapatti sampai Arahata dalam kehidupan sekarang ini.

10. VATTA NISSITA DANA dan VIVATTA NISSITA DANA

Vatta Nissita Dana : Pemberian yang dilakukan untuk mengharapkan keuntungan-keuntungan yang bersifat duniawi, meliputi keinginan untuk dilahirkan sebagai anak orang kaya, sebagai seorang putri atau pangeran, aktris atau aktor, raja atau ratu, terlahir di alam-alam Deva, alam-alam Brahma dan sebagainya.

Vivatta Nissita Dana : Pemberian dengan tujuan untuk membebaskan diri dari Samsara dengan tercapainya Nibbana.

Perbedaan antara Vatta Nissita Dana dengan Vivatta Nissita Dana ini merupakan keistimewaan dalam ajaran Buddha. Vatta Nissita Dana tidak membentuk Paramita; sedangkan Vivatta Nissita Dana dapat membentuk Paramita. Vatta Nissita Dana cenderung untuk memperpanjang perputaran kelahiran di Samsara.

11. DHAMMA DANA dan ADHAMMA DANA

Dhamma Dana : Pemberian yang sesuai Dhamma, misalnya berupa : tempat tinggal, nasi, pakaian, uang dan sebagainya.

Adhamma Dana : Pemberian yang tidak sesuai Dhamma, misalnya berupa : minuman keras, senjata, racun, narkobs, mesiu dan sebagainya, yang memungkinkan menjadikan seseorang melanggar Panatipata atau Surameraya Sila. 

12. DHAMMIKA DANA dan ADHAMMIKA DANA

Dhammika Dana : Pemberian yang betul diberikan kepada seseorang atau Yayasan yang ditujukan sejak dari semula.

Adhammika Dana : Pemberian yang sebetulnya akan diberikan kepada seseorang atau Yayasan, tetapi orang itu merubah pikirannya dan memberikannya kepada orang lain atau Yayasan lainnya.

13. VATTHU DANA dan ABHAYA DANA

Vatthu Dana : Pemberian berupa suatu barang atau materi.

Abhaya Dana : Pemberian berupa suatu Kebebasan kepada suatu makhluk dari Bahaya atau Kematian, misalnya membebaskan hewan-hewan dari kurungan, melepas ikan di sungai, mematuhi Pancasila Buddhis dan sebagainya.       

14. AJJHATIKA DANA dan BAHIRA DANA

Ajjhatika Dana : Pemberian berupa bagian dari tubuh, misalnya mata, darah, ginjal, hati ataupun mengorbankan jiwa sendiri untuk kebaikan dan kebahagiaan orang lain.

Bahira Dana : Pemberian lainnya yang tidak berupa bagian tubuh sendiri.

Ada tiga macam Dana Paramita (Kesempurnaan)
1. Paramita biasa.
2. Upa Paramita, yaitu pemberian bagian tubuh, tetapi tidak memberikan jiwa (hidup) seseorang.
3. Paramattha Paramita, yaitu pemberian jiwa / hidup seseorang untuk kebaikan orang lain.

15. SAVAJJA DANA dan ANAVAJJA DANA

Savajja Dana : Pemberian yang disertai kekejaman atau pembunuhan makhluk hidup.

Anavajja Dana : Pemberian yang tidak disertai dengan kekejaman atau pembunuhan makhluk hidup.

Savajja Dana bila menghasilkan buah, cenderung disertai dengan adanya bahaya-bahaya, atau dapat pula dengan hilangnya jiwa seseorang.

16. AGGA DANA dan UCCHITA DANA

Agga Dana : Pemberian sesuatu yang terbaik dan bernilai tinggi.

Ucchita Dana : Pemberian berupa sesuatu yang bernilai rendah (barang sisa).

Jika si penerima dari Ucchita Dana menghargai dan menyukai pemberian itu, maka Dana yang diberikan itu tetap akan membawa hasil yang besar. Yang paling penting adalah Cetana (kehendak) yang baik dan Sakkacca (sikap pikiran yang hormat dan sungguh-sungguh) dari si pemberi tsb.


_______________________________

Penggolongan Menurut Pasangan Empat :

1. CATTU PACCAYA DANA
Penggolongan ini meliputi empat macam kebutuhan seorang Bhikkhu :

-Civara Dana : Pemberian jubah kepada bhikkhu.
-Pindapatta Dana : Pemberian makanan kepada bhikkhu.
-Bhesajja Dana : Pemberian obat-obatan kepada bhikkhu.
-Senasana Dana : Pemberian tempat tinggal atau kuti kepada bhikkhu.

Senasana Dana memberikan buah jasa yang paling tinggi. "VIHARA DANAM SANHASA AGGAM BUDDHENA VANNITAM". Artinya: Sebuah tempat tinggal bhikkhu yang diberikan kepada Sangha dipuji oleh Sang Buddha sebagai pemberian materi yang tertinggi. 

"SOCA SABBADODA HOTI, YO DADATI UPASSAYAM", yang berarti : Seseorang yang memberikan tempat tinggal untuk bhikkhu, sama nilainya dengan segala macam hadiah yang tertinggi.

2. DAKKHINA VISUDDHI DANA
Penggolongan ini didasarkan atas:
-Sifat si Pemberi yang berbudi luhur (menjalankan Sila).
-Sifat si Pemberi yang tidak berbudi luhur (tidak menjalankan Sila).
-Sifat si Penerima yang berbudi luhur (menjalankan Sila).
-Sifat si Penerima yang tidak berbudi luhur (tidak menjalankan Sila).

Bila keduanya berbudi luhur, pemberian tadi akan menghasilkan buah yang sangat banyak; jika salah satunya tidak berbudi luhur, hasil yang diperolehnya hanyalah sedikit.


_______________________________ 
Penggolongan Menurut Pasangan Lima :

ADHAMMA DANA, ada lima macam Adhamma Dana, yakni :
1. Pemberian makanan atau minuman yang memabukkan, dan senjata yang mematikan.
2. Pemberian boneka-boneka untuk pertunjukkan, alat musik dan tari-tarian.
3. Pemberian berupa hewan-hewan hidup untuk dimakan.
4. Pemberian berupa wanita-wanita untuk maksud seksual.
5. Pemberian gambar yang dapat menimbulkan Kilesa.

Bila Seseorang memberikan racun, tali pengikat, pisau atau senjata-senjata lain kepada seseorang yang ingin bunuh diri, hal itu termasuk Panatipata Kamma, bukan Kusala Kamma. 

Pemberian berupa alat musik, alat untuk menari, pertunjukkan dan sebagainya yang dapat menyebabkan timbulnya Kilesa adalah Akusala Kamma.

Sunday, 9 October 2016

Karma dan Pengaruhnya



Karma dan Pengaruhnya

Kamma(bahasa Pali) atau Karma (bahasa Sansekerta) artinya perbuatan. Kamma atau Karma adalah suatu perbuatan yang dapat membuahkan hasil, dimana perbuatan baik akan menghasilkan kebahagiaan dan sebaliknya perbuatan jahat juga akan menghasilkan penderitaan atau kesedihan bagi pembuatnya.
Semua perbuatan yang dilakukan atau disertai dengan kehendak berbuat (cetena) merupakan Kamma. Kehendak dapat berarti keinginan, kemauan, kesengajaan atau adannya rencana berbuat.
Sang Buddha bersabda: “O, Bhikkhu! Kehendak berbuat (cetena) itulah yang kami namakan Kamma.” (Anguttara Nikaya III : 415)
Perbuatan yang tidak mengandung unsur kehendak dengan sendirinya tidak tergolong Kamma yang dapat menimbulkan akibat atau hasil perbuatan:
1.      Perbuatan yang netral murni, misalnya duduk, berdiri, berjalan, tidur, melihat dan lain-lain menurut keadaan yang wajar.
2.      Perbuatan-perbuatan yang kelihatan baik atau jahat, namun tidak disertai kehendak. Misalnya:
1.      Waktu berjalan, ada semut yang terinjak mati
2.      Tanpa disadari, uangnya jatuh dan dipungut oleh seorang cacat yang amat memerlukan uang
Semua perbuatan akan menimbulkan akibat dan semua akibat akan menimblkan hasil perbuatan. Akibat perbuatan disebut kamma-vipaka, dan hasil perbuatan disebut kamma-phala.
Dari segi perbuatan atau salurannya, kamma dibedakan atas:
Mano-kamma = perbuatan pikiran
Vaci-kamma = perbuatan kata-kata
Kaya-kamma = perbuatan badan jasmani
Sedangkan menurut sifatnya, kamma dapat dibagi menjadi dua bagian:
1.      Kusala-kamma = perbuatan baik
2.      Akusala-kamma = perbuatan jahat
Kusala-kamma berakar dari kusala-mula, 3 akar kebaikan:
Alobha : tidak tamak
Adosa : tidak membenci
Amoha : tidak bodoh
Akusala-kamma berasal dari akusala-mula, 3 akar kejahatan:
Lobha : ketamakan
Dosa : kebencian
Moha : kebodohan
Jadi Hukum Karma adalah hukum perbuatan yang akan menimbulkan akibat dan hasil perbuatan (kamma-vipaka dan kamma-phala), Hukum kamma bersifat mengikuti setiap Kamma, mutlak-pasti dan harmonis-adil.
Klasifikasi Kamma:
·         Kamma menurut fungsinya
·         Kamma menurut kekuatannya
·         Kamma menurut waktunya.

PEMBAGIAN KARMA MENURUT FUNGISNYA:
1.      Janaka-kamma: Kamma yang berfungsi menyebabkan timbulnya suatu syarat untuk kelahiran makhluk-makhluk.
Tugas dari Janaka-kamma adalah melahirkan Nama-Rupa:
Janaka-kamma melaksanakan Punarbahava, yaitu kelahiran kembali dari makhluk-makhluk di 31 alam kehidupan (lapisan kesadaran) sebelum mereka mencapai pembebasan Arahat.
2.      Upatthambaka-kamma: Kamma yang mendorong terpeliharannya suatu akibat dari suatu sebab yang telah timbul. Mendorong kusala atau akusala-kamma yang telah terjadi agar tetap berlaku.
3.      Upapilaka-kamma: Kamma yang menekan kamma yang berlawanan agar mencapai kesetimbangan dan tidak membuahkan hasil. Kamma ini menyelaraskan hubungan antara kusala-kamma dengan akusala-kamma.
4.      Upaghataka-kamma: Kamma yang meniadakan atau menghancurkan suatu akibat yang telah timbul, dan menyuburkan kamma yang baru. Maksudnya kamma yang baru itu adalah garuka-kamma, sehingga akibatnya mengatasi semua kamma yang lain.

PEMBAGIAN KAMMA MENURUT KEKUATANNYA:
Garuka Kamma
Adalah kamma yang berat dan bermutu. Akibat dari kamma ini dapt timbul dalm atu kehidupan, maupun kehidupan berikutnya. Garuka kamma terdiri dari:
a. Akusala-garuka-kamma
b. Kusala-garuka-kamma

Akusala-garuka-kamma
Kamma yang berat terdiri dari 2 kelompok, yaitu:
1.      Niyatamicchaditthi, yaitu pandangan yang salah. Maksudnya memandang yang salah adalah benar dan yang benar diartikan salah. Terdapat 10 pandangan hidup yang salah:
1.      Tidak murah hati. Tidak pemaaf atau tidak suka menolong kesukaran orang/makhluk lain.
2.      Tidak mengerti faedah berdana. Mengangap bahwa berdana adalah suatu kebodohan yagn tidak ada hasilnya.
3.      Tidak memberikan hadiah pada tamu. Tamu adalah seorang atau sekelompok orang yang kedatangannya membahagiakan kita atau yang kedatangannya kita harapkan. Memberikan hadiah pada tamu yang dewasa ini di kota terutama berarti memberikan minuman.
4.      Perbuatan baik atau perbuatan jahat dianggap tidak ada hasil atau akibatnya. Seorang yang yakin perbuatan baik akan membawa hasil tentu berusaha menambah kebaikan pada setiap kesempatan di manapun ia berada, dan sebaliknya berusaha menghndari perbuatan yang salah setiap kali akan dilakukan.
5.      Tidak percaya pada dunia ini, tidak percaya akan kebenaran Dhamma, hukum-hukum kesunyataan; yaitu kelompok manusia yang penuih dengan kekecewaan, kebencian, ketamakan, dan kebodohan.
6.      Tidak percaya pada dunia yang akan datang; tidak percaya akan tumimbal lahir, kehidupan yang akan datang.
7.      Tidak mengerti fungsi seorang ibu, dan
8.      Tidak mengerti fungsi ayah, menganggap tidak membawa akibat apapun yang dilakukan pada mereka.
9.      Tidak mempercayai adanya makhluk yang mati atau yang dilahirkan kembali.
10.  Tidak melakukan disiplin menyendiri (khusus untuk para Buddha/Arahat)
2.      Pancanantariya-kamma, yaitu 5 perbuatan durhaka.
1.      Membunuh ayah
2.      Membunuh ibu
3.      Membunuh seorang Arahat
4.      Melukai seorang Buddha
5.      Memecah belah Sangha
Mereka yang melakukan salah satu dari 5 perbuatan durhaka di atas, setelah meninggal akan lahir di alam Apaya (duka/rendah), yaitu alam neraka, binatang, setan dan raksasa.

Kusala-garuka-kamma
Adalah perbuatan “bermutu”, yaitu dengan bermeditasi , hingga mencapai tingkat kesadaran jhana. Ia akan dilahirkan di alam sorga atau lapisan kesadaran yang tinggi, yang berbentuk atau tanpa bentuk (16 rupa-bhumi dan 4 arupa-bhumi)
2.      Asanna-kamma
Kamma yang dilakukan sebelum saat mati seseorang, baik lahir maupun batin, terutama dengan pikiran. Misalnya memikirkan perbuatan baik atau jahat yang telah dilakukan di masa lalu. Jadi mempunyai pikiran yang baik di kala akan meninggal adalah merupakan hal yang penting, yang akan menentukan bentuk kehidupan berikutnya menjadi lebh baik. Asanna-kamma berlaku apabila tidak melakukan garuka-kamma.
3.      Acinna-kamma atau Bahula-kamma
Apabila seorang dalam hidupnya tidak melakukan garuka-kamma dan di saat akan meninggal tidak pula melakukan Asanna-kamma, maka yang menentukan corak kelahiran berikutnya adalah acinna-kamma. Acinna-kamma atau Bahula-kamma adalah kamma kebiasaan, baik dengan kata-kata, perbuatan maupun pikiran. Walaupun seorang hanya sekali berbuat baik, namun karena selalu diingat, menimbulkan kebahagiaan hingga menjelang kematiannya, hal ini akan menyebabkan kelahiran berikutnya mnjadi baik. Demikian juga seorang yang hanya seklain bernuat jahat, karena selalu diingat menimbulkan kegelisahan hingga akhir hidupnya, sehingga akan lahir di alam yang tidak baik. Oleh karena itu apabila kita pernah berbuat jahat, maka perbuatan jahat itu harus dilupakan; demikian pula sebaliknya kalau kita pernah berbuat baik, perbuatan itu perlu selalu diingat.
4.      Katatta-kamma
Bila seorang tidak berbuat Garuka-kamma, Asanna-kamma atau Acinna-kamma, maka yang menentukan bentuk kehidupan berikutnya adalah katatta-kamma, yaitu kamma yang ringan-ringan, yang pernah diperbuat dalam hidupnya.





INFO LINKS