Showing posts with label Buddhayana. Show all posts
Showing posts with label Buddhayana. Show all posts

Friday, 7 September 2018

Talk Show* _Kongkow bareng tentang Borobudur_

Namo Buddhaya 😇

📡 *HADIRILAH* 📡

*Talk Show* 
_Kongkow bareng tentang Borobudur_

Narasumber:
*Hudaya Kandahjaya*

Minggu, 9 September 2018
Pk 17.00-19.00
Vihara Buddhasena Lt.3

*Gratis dan disediakan konsumsi*

Untuk pendaftaran bisa menghubungi :
Sdr. Tommy 0858.8268.0857 (WA/SMS) 

Salam cinta kasih, 
Persaudaraan Muda-mudi Vihara Buddhasena Bogor

Wednesday, 7 March 2018

Happy International Woman's Day

*Perempuan, mari rayakan _International Women's Day_ pada 8 Maret 2018, dengan kontribusimu pada perdamaian dunia!!*

_"Saya percaya bahwa suatu hari, ketika kita ingin memgembangkan cinta dan welas asih, perempuan perlu mengambil peranan secara lebih aktif dalam kehidupan"_
-H.H. Dalai Lama-

Sadarkah kamu, perempuan memegang peranan penting dalam menjaga perdamaian dunia? Sadarkah kamu bahwa setiap perempuan memiliki bakat welas asih dalam dirinya? Sadarkah bahwa menumbuhkan rasa welas asih memiliki peran penting dalam perdamaian dunia?

Kembangkan potensi welas asihmu sebesar-besarnya melalui ajaran welas asih dari *Thubten Chodron* dalam buku:

*Praktik Penyempurnaan Welas Asih*
Harga ~Rp.65.000~ *Rp.55.000*
(Berlaku hingga 13 Maret 2018)

Pemesanan dan ulasan buku kunjungi store.lamrimnesia.com/praktik-penyempurnaan-welas-asih

Hasil penjualan digunakan untuk mendukung kegiatan *S A P A - Sebar Ajak Promosi Ajar Dharma* Lamrimnesia.

Sarwa Manggalam,
Call Center Lamrimnesia
Hp/wa: +62812 2281 6044
Fb/ig: Lamrimnesia
Email: lamrimnesia.org

Tuesday, 15 August 2017

Buku Dharma: Jika Hidupku Tinggal Sehari, Oleh Dagpo Rinpoche

[ *S* APA - Sebar Dharma]
Mari berbagi Dharma!



Lamrimnesia akan segera mengirimkan buku Dharma kepada Anda, dengan judul:

*Jika Hidupku Tinggal Sehari*
*Apa yang bisa kuperbuat?*
Oleh Dagpo Rinpoche
Buddha mengatakan,
“Sekarang kehidupanmu mendekati akhir,
dan engkau telah mulai berjalan ke arah raja kematian.
Tidak ada tempat berhenti bagimu diperjalanan,
sedang engkau belum memiliki bekal untuk perjalananmu.”
- Dhammapada 237 - 
Apakah aku siap?

*Buku ini dibagikan tanpa dipungut biaya*
Kepada Sangha, Umat Buddhis, donatur, wihara, sekolah, dsb. 
Berkat kebaikan hati para donatur yang membiayai penerbitan dan penyebaran buku ini.

---

Terbuka kesempatan berdana:
*BCA 0079 388 388*
*Mandiri 119 009 388 388 0*
*An Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara*

Dana yang Anda berikan akan disalurkan untuk:
35% Penerbitan & Penyebaran Buku Dharma (SEBAR)
35% Penyelenggaraan Kegiatan Dharma (AJAR & PROMOSI)
30% Mobilisasi Relawan & Operasional (PROMOSI & AJAK)

Konfirmasi ke Call Center kami dengan format:
Hidup/Nominal/Nama Donatur/Tanggal transfer/Nama Rekening/Dedikasi

Contoh:
Hidup/200.000/20 Juli 2017/Cindy/BCA an. Cindy/Cindy dan Budiman

_Setiap rupiah yang Anda danakan akan membuka kesempatan bagi pencerahan teman-teman kita di seluruh pelosok Indonesia._

---

*Ingin mendapatkan buku ini?*
*Daftarkan diri Anda ke call center kami!*

1. Apabila sebelumnya Anda *belum pernah menerima* buku Dharma berkala dari kami, silakan daftarkan diri Anda dengan format:

DAFTAR BUKU DHARMA
Nama Anda:
No Telp:
Alamat:
Kode pos:
Jumlah Buku:

2. Apabila sebelumnya Anda sudah pernah menerima buku Dharma berkala namun *pindah alamat*, mohon informasikan alamat baru Anda kepada kami, dengan format:

PERUBAHAN ALAMAT
Nama Anda:
No Telp:
Alamat baru:
Kode pos:
Jumlah Buku:

3. Kami mengajak Anda untuk *merekomendasikan teman-teman Anda* untuk menerima buku ini. Kirimkan data teman Anda ke nomor ini dengan format:

REKOMENDASI TEMAN
Nama Anda:
Nama Penerima:
No Telp Penerima:
Alamat Penerima:
Kode pos:
Jumlah Buku:

Melalui rekomendasi Anda akan makin banyak orang-orang yang belajar dan berpraktik Buddhadharma.

Sarwa Manggalam,
*Call Center Lamrimnesia*
hp/wa: +62812 2281 6044
fb/ig: Lamrimnesia
email: info@lamrimnesia.org

Monday, 7 August 2017

[MENARIK BERKAH DARI LADANG KEBAJIKAN - VASSA PERDANA DI PUSDIKLAT JINA PUTRA TUSHITAVIJAYA]

[MENARIK BERKAH DARI LADANG KEBAJIKAN - VASSA PERDANA DI PUSDIKLAT JINA PUTRA TUSHITAVIJAYA]



“Sangha adalah pewaris saya dan saya menitipkan ajaran Dharma ini kepada Sangha" ~ Buddha

Saat ini di dunia, Sangha adalah representasi Buddha dan selain itu Sangha juga memiliki peran penting untuk menjaga kelestarian Dharma. 

Tanpa Sangha yang melestarikan dan mentransmisikan mindstream realisasi, maka Dharma hanya akan tinggal menjadi ajaran tekstual kosong di dalam buku-buku. Keutuhan Tiga Permata adalah sangat bergantung pada eksistensi Sangha.

Selanjutnya, yang menunjukkan apakah ajaran Buddha masih ada atau tidak di dunia ini juga adalah moralitas, sila-sila pratimoksha. 

Dharma baru dapat dikatakan ada dan belum merosot apabila aktivitas Vinaya juga masih ada dan dijalankan dengan sempurna.  Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Buddha di dalam Pratimoksha Sutra bahwa, “Ketika Saya tidak ada, maka moralitas lah yang akan menjadi Buddha untukmu.” 

Hingga saat ini, sistem monastik Sangha telah mampu bertahan selama kurang lebih 2,500 tahun, jauh lebih lama daripada Kerajaan Romawi, Kerajaan Cina maupun Kerajaan Inggris, dan ini semua dilakukan tanpa menggunakan kekuatan senjata maupun finansial, namun hanya mengandalkan kebajikan dan kebijaksanaan saja. 

Namun tidak ada yang dapat menjamin berapa lama ke depan sistem ini akan dapat tetap bertahan dan memberikan kontribusi penting bagi kehidupan manusia. Sangha dikatakan memiliki kontribusi penting bagi kehidupan manusia (dan sebenarnya bahkan seluruh makhluk hidup) karena sumber penderitaan makhluk hidup bukanlah berasal dari luar namun justru dari dalam dan yang dapat menyembuhkannya adalah Dharma ajaran Buddha. Oleh karena itu, kebahagiaan makhluk hidup adalah bergantung kepada ada atau tidaknya Dharma dan ini sangatlah bergantung kepada Sangha, kepada Vinaya dan kepada silsilah ordinasi. 

Diibaratkan sebagai sebuah mata air, dari mana berjuta-juta penduduk kota menerima air yang dibutuhkannya, seperti demikianlah Sangha merupakan muara, dari mana ajaran Buddha akan menyebar.




****************

“Adalah lebih baik seseorang menelan gumpalan besi merah membara bagaikan api, daripada memakan dana makanan yang dipersembahkan orang, jika orang tersebut tidak memiliki moralitas (sila) dan tidak terkendali batin, ucapan dan tindakannya." ~ Dhammapada 308

Sangha Monastik Kadam Choeling Indonesia, pada hari yang penuh berkah ini, 7 Agustus 2017, memasuki hari pertama Vassa Perdana mereka di Pusdiklat Jina Putra Tushitavijaya. 

Semenjak terbentuk di 2010, Sangha Monastik Kadam Choeling Indonesia, belum pernah sekalipun melakukan vassa mereka di Indonesia dikarenakan keterbatasan tempat, sehingga mereka biasanya melakukannya di India. 

Meskipun tempat yang tersedia masih sangat sederhana, Aula Avalokitesvara masih setengah rampung dan dengan persembahan makanan yang sederhana dari para umat perumah tangga, akhirnya sebuah tonggak sejarah Buddhadharma kembali ditegakkan di bumi Nusantara ini. 

Tonggak sejarah bahwasanya, silsilah otentik Nusantara, Silsilah Emas Guru Suwarnadwipa dari Swirijaya, berhasil dihidupkan dan disambungkan kembali ke bumi Nusantara ini. Institusi kebiksuan yang mewakili silsilah ini pun bisa kembali hidup dan beraktivitas secara komplit di Pusdiklat Jina Putra Tushitavijaya, Malang Jawa Timur.

Mari turut bermudita dan turut mendukung aktivitas positif di Pusdiklat Jina Putra Tushitavijaya.

Cara berkontribusi:
Transfer ke
BANK CENTRAL ASIA NO. 5170882999
A.N. YAYASAN WILWATIKTA SRIPHALA NUSANTARA

Konfirmasi setelah transfer:
Call Center Kadam Choeling Indonesia 
(+62815 7321 0000)

Pilihan jumlah donasi:
1. Jina Putra 1 : Rp 250.000
2. Jina Putra 2 : Rp 1.000.000
3. Jina Putra 3 : Rp 2.500.000

Dana akan digunakan untuk berbagai aktivitas bajik, yaitu khususnya:
Menutupi biaya vassa Sangha Monastik KCi di Pusdiklat selama 45 hari, termasuk: transport, dana makan, offering, puja, retret yidam dan agnihotra.

Dan kelebihan dana untuk selanjutnya juga akan dialokasikan dalam berbagai aktivitas yang tidak kalah bajiknya yaitu sebagai berikut:
- Pembangunan fasilitas pendukung hidup para Sangha Monastik maupun infrastruktur lainnya di dalam kompleks Pusdiklat;
- Program Studi Penerjemah (Lotsawa) untuk membantu program pendidikan Sangha dan penerjemahan buku;
- Program Manajemen Alur Hidup yang antara lain bertugas untuk membantu kesejahteraan hidup para biksu Sangha. 

Sebagai tanda apresiasi, para Donatur yang bermurah hati akan mendapatkan Blessing Bracelet (untuk donatur Jina Putra 1 dan 2) dan patung tsatsa Sang Raja Dharma Je Tsongkhapa Yang Mulia (untuk donatur Jina Putra 3), yang mana akan didoakan oleh para biksu Sangha selama 45 hari masa vassa mereka.

Karena pikiran adalah pelopor dan motivasi adalah yang paling penting, maka tentu saja aktivitas berdana akan jauh lebih bermanfaat apabila didasari oleh pikiran bajik dan motivasi serta aspirasi yang mulia yaitu untuk pencapaian Kebuddhaan demi menolong semua makhluk. 

Dan dukungan juga tentu saja pula tidak semata-mata dapat diberikan dalam bentuk materi saja, doa dan dedikasi juga akan sangat membantu dalam menjaga keberlangsungan Triratna di dalam hidup kita yang terombang ambing oleh samudera samsara ini.

Sarva manggalam,
Panitia Pembangunan Pusdiklat
www.facebook.com/kcimonastery

Thursday, 23 February 2017

Drepung Tripa Khenzur Rinpoche, INDONESIA VISIT 2017


Jakarta, Prasadha Jinarakkhita

#One Day Dharma Talk
22 April 2017
#Weekday intensive class
23-28April 2017
#Weekend Public Teaching
29April - *1Mei 2017

Malang
#Dharmayatra dan Vessak Ceremony

Info: 
Aprianti = 085375242326
Erlina =085643061337


Riwayat Singkat Drepung Tripa Khenzur Rinpoche

Khenzur Lobsang Tenpa dilahirkan dalam sebuah keluarga petani pengembara pada tahun 1938 di Amdo, sebuah propinsi di sebelah timur Tibet. Ia ditahbiskan sebagai seorang bhiksu pada usia 11 tahun dan diberi nama Lobsang Tenpa di Biara Taktsang Lhamo di mana ia tinggal sampai usia 18 tahun.
Berkeinginan sangat kuat untuk mengejar studinya tentang filsafat Buddhis di biara besar Drepung Gomang di Tibet bagian tengah. Biara Drepung sering disebut sebagai Nalanda kedua, merupakan salah satu dari Tiga Biara Besar Gelug. Didirikan pada tahun 1416 oleh salah satu murid utama Je Tsongkhapa. Mengetahui bahwa gurunya tidak akan memberinya keinginan untuk pergi, ia dengan beberapa bhiksu kabur dengan tidak membawa apa pun selain beberapa baju yang ia bawa di pundaknya.
Kelompok kecil ini menempuh waktu berbulan-bulan menuju Lhasa dengan berjalan kaki, pertama-tama ke bagian selatan menuju Kham kemudian ke bagian barat menuju Tibet tengah. Melalui jalan yang lebih singkat berarti melalui daerah tanpa penduduk di mana tidak mungkin bagi mereka untuk meminta makanan selama perjalanan.
Setelah mencapai ibukota, Rinpoche bergabung dengan ribuan bhiksu di Biara Drepung Gomang dan belajar di sana di bawah bimbingan guru dari Mongolia bernama Geshe Jimpa sampai tahun 1959.
Pada tahun tersebut ketika Tiongkok menginvasi Tibet, ia bersama dengan ribuan orang Tibet lain melarikan diri ke India mengikuti Dalai Lama. Rinpoche menghabiskan 10 tahun pertama di pengasingan di tenda pengungsian di daerah Buxa di dalam hutan sebelah barat Bengal, di mana mayoritas bhiksu pengungsi berkumpul dan membentuk satu komunitas.
Kondisi lingkungan hidup sangat berat tetapi Rinpoche dapat bertahan serta dapat melanjutkan studi tentang filsafat Buddhis di bawah bimbingan Gyume Khenzur Ngawang Lekden dan seorang guru dari Mongolia, Gen Losang, sampai pada tahun 1970 ketika ia memasuki Institut Ilmu-ilmu Tinggi di Universitas Varanasi di Sarnath. Setelah tiga tahun menempuh studinya, ia menerima gelar Acharya (Guru) dengan hasil yang memuaskan.
Pada tahun 1973, Rinpoche bergabung dengan para bhiksu seangkatannya di Biara Drepung Gomang di mana pada beberapa tahun sebelumnya telah berpindah lokasi ke Mundgod, di sebelah selatan India daerah Karnataka.
Selama sepuluh tahun pertama di sana, Rinpoche banyak mengikuti ajaran baik sutra maupun tantra yang diberikan oleh dua guru Dalai Lama yaitu Kyabje Trijang Rinpoche dan Kyabje Ling Rinpoche di Mundgod dan di daerah penduduk Tibet bagian Selatan.
Setelah menyelesaikan studinya tentang dua topik yang mendalam dari filsafat Buddhis, Abhidharma dan Vinaya, di bawah bimbingan Kyenzur Tempa Tenzin dan Geshe Ngawang Nyima Rinpoche, pada tahun 1982 ia mengikuti ujian akhir untuk mendapatkan gelar Geshe. Ia duduk di rangking pertama di antara beberapa kandidat dari tiga biara besar, yaitu Sera, Ganden, dan Drepung, dan mendapatkan gelar Geshe Lharampa.
Pada tahun 1989, Rinpoche ditunjuk oleh Dalai Lama sebagai Kepala Biara Drepung Gomang, jabatan yang ia pegang selama enam tahun. Dengan demikian Rinpoche dikenal sebagai “Khenzur” Lobsang Tenpa (Kepala Biara Terdahulu).
Rinpoche telah berkunjung untuk mengajar Buddhisme di Rusia, Mongolia dan Tibet, dan pada tahun 2000 memimpin kunjungan bhiksu-bhiksu Gomang ke Eropa. Rinpoche telah mengajar sebelum memasuki biara di Mundgod.
Pada hari-hari pertama di sana, karena kurangnya bhiksu senior, beberapa guru yang ada di sana harus bekerja secara berkesinambungan agar generasi yang lebih muda mendapat pendidikan yang sesuai. Akibatnya dari pagi sampai malam Khenzur Rinpoche mengajar banyak murid yang datang ke kamarnya.
Situasi ini tidak jauh berubah sampai sekarang, walapun jumlah pengajar meningkat namun jumlah murid pun ikut meningkat: dari sekitar 100 bhiksu pada awal tahun 1970-an, biara tersebut sekarang telah memiliki lebih dari 1500 anggota. Belum lama ini Rinpoche diberi nama Drepung Tripa, kepala biara yang paling senior dari semua Biara Drepung dengan dua institutnya, yaitu Gomang dan Loseling.
Dengan kebaikan hati dan rasa tak kenal lelah kepada biara dan murid-muridnya, pengetahuan Rinpoche yang luas tentang ajaran Buddha, kesucian sila yang ia pegang, keterbukaan, ketulusan, dan rasa humor yang konstan, Khenzur Rinpoche adalah contoh hidup dan sumber inspirasi bagi semua.

Sunday, 22 January 2017

DANA PARAMI KUTI

*MENGAWALI TAHUN 2017 DENGAN MENANAM KEBAJIKAN*

Namo Buddhaya...

_“Kammassakomhi, kamma-dayado, kamma-yoni, kamma-bandhu, kamma-patisarano. Yam kammam karissami, kalyanam va papakam va, tassa dayado bhavissami-ti.”_

_“Aku adalah pemilik karmaku sendiri, mewarisi karmaku sendiri, lahir dari karmaku sendiri, berhubungan dengan karmaku sendiri dan berlindung pada karmaku sendiri. Apapun yang kulakukan, baik maupun buruk, aku akan mewarisinya.”_

_- Upajjhatthana Sutta (AN 5.57) –_



Mari awali tahun baru dengan menanam kebajikan DANA PARAMI sehingga *karma baik pun melindungi kita sepanjang tahun ini*. 

Membangun KUTI untuk tempat tinggal GURU & BIKSU SANGHA di _Biara Pusat Belajar dan Praktik Para Calon Penakluk Tushita_, yang berlokasi di Kab. Malang, Jawa Timur. 

Desain:
Kombinasi Rumah Joglo Jawa dan Rumah Panggung Tradisional



Budget:

*Rumah Joglo*
Ukuran: +/- 100 m2
Jumlah: 1 unit
Biaya: Rp 456 juta

*Rumah Panggung*
Ukuran: +/- 78 m2 / unit
Kapasitas: 8 orang / unit
Jumlah: 4 unit
Biaya: Rp 704 juta

*Infrastruktur*
(Listrik, air, MCK, jalan, dll)
Biaya: Rp 656 juta

*Total dana yang dibutuhkan: +/- Rp 1.8 milyar*

Cara berdana:
Transfer ke
Rek BCA No. 5170882999
An. Yayasan Wilwatikta Sriphala Nusantara

Setelah transfer, mohon konfirmasi ke:
Johnson Khuo (+62 852 2022 8748)
Ida Fitri (+62 811 1984 588)

Format konfirmasi:
KUTI/Jumlah Dana/Nama Donatur/Bank Transfer/Tgl Transfer

_Mohon tambahkan angka 8 di belakang jumlah dana atau tuliskan keterangan *Dana Parami Kuti*_

Pesan ini dapat diteruskan kepada semua yang membutuhkan sehingga kesempatan menanam kebajikan ini dapat bermanfaat bagi sebanyak mingkina saudara-saudara se-Dharma. 

Terima kasih atas bantuannya telah ikut menyebarkan pesan ini.

Semoga kebajikan DANA PARAMI KUTI ini dapat menyebabkan terpenuhinya semua harapan dan keinginan kita di tahun ini serta juga menjadi sebab-sebab bagi pencapaian Kebuddhaan kita semua.

Sabbe satta bhavantu sukhitata, semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Salam metta,
Panitia Pembangunan Biara
www.kadamchoeling.or.id 
www.facebook.com/kcimonastery 

=========

_"Diibaratkan sebagai sebuah mata air, dari mana berjuta-juta penduduk kota menerima air yang dibutuhkannya, seperti demikianlah Sangha merupakan muara, dari mana ajaran Buddha akan menyebar."_







_"Kebajikan yang dihasilkan dari membangun bangunan suci akan terus bermanfaat hingga sebanyak-banyaknya kita terlahir kembali di kehidupan mendatang, selama bangunan tersebut juga terus berdiri dan memberikan banyak manfaat kepada banyak makhluk."_

Monday, 17 October 2016

Sangha Dana, 5 November 2016 (Kathina 2560 B.E./2016) ; DHAMMA IS MY WAY


CETIYA DHARMA GRAHA CHANDRA NAYA


DHAMMA IS MY WAY

Dihadiri oleh: Y. M.  Bhikhu Bhadraruci Sthavira,  beserta anggota Sangha KCI

Guest Star: Irvyn Wongso


Sabtu,  5 November 2016
09.00 -  Selesai
Aula SD CANDRA NAYA

Contact Person:
Vitashya (081286277883)
Michael (081287270762)
Kezya (085883553435)





Dhamma Talk: Petavatthu, 28 Oktober 2016


Dhamma Talk : PETAVATTHU 

TERBUKA UNTUK UMUM

Jumat, 28 Oktober 2016
Hotel Furaya,  Jakarta

ContactPerson:
Erwin Wijaya: 081268088379
Nery Nestary: 085264259554

Kathina 2560 BE - Bogor, Minggu, 23 Oktober 2016 (Vihara Buddhasena)


Kathina 2560 BE, 
INDAHNYA MEMBERI SEBAGAI BERKAH KEHARMONISAN




PERAYAAN KATHINA DI VIHARA BUDHASENA BOGOR

Minggu, 23 Oktober 2016
Pukul 09.00 wib
Baktisala Vihara Buddhasena
Dibimbing oleh Bhiku Sangha
Info Pemesanan Paket Sanghadana : Lala:08988592018




Perayaan Kathina 

Sunday, 2 October 2016

Kathina 2560 BE, Minggu 16 Oktober 2016, Maha Cetya Oenang Hermawan (Pindapatta dan Puja Kathina)


Informasi lebih lanjut hubungi:
Hasan Helga Lie: 085266808817
Engpo: 082183964211
Hendra: 085266523100
Felix: 082377310999

Monday, 26 September 2016

120 Hari Menyokong Sangha


120 Hari Menyokong Sangha
Sebuah kesempatan yang tiada duanya bagi kita semua untuk mengumpulkan kebajikan sebesar -  besarnya melalui praktik kemurahan hati serta menciptakan sebab hadirnya kembali Dharma bagi kita di kehidupan mendatang. 
Mari bersama mendukung kegiatan belajar sangha di India.  Untuk keterangan lebih lanjut bisa dilihat pada poster berikut:

Tuesday, 6 September 2016

Pindapatta oleh 4 Orang Bhikku Sangha di Jambi


Pindapatta oleh 4 Orang Bhikku Sangha di Jambi
(Maha Cetiya Oenang Hermawan) 

Hari/Tanggal:Minggu,  11 September 2016

Waktu: Jam 08.00 wib s.d. selesai

Rute: JNE - MM. Central - SD Attaufiq -  Simpang 4 Tanjung Pinang - Sai Ananda -  Lrg. Kuningan - Lrg. Mangga -  Pasar Baru -  Bengkel Cokro  -  Dealer Mataram Sakti


Pindapatta berasal dari bahasa Pali yang artinya menerima persembahan makanan. Sedangkan yang disebut Patta adalah sejenis mangkok makanan yang digunakan oleh para Bhikkhu/Bhikkhuni. Dulunya pada jaman Sang Buddha, patta ini terbuat dari sejenis buah labu yang disayat bagian atasnya, lalu dikerok bagian tengah/isinya dibuang. Kemudian bagian kulitnya dikeringkan sehingga berbentuk sebuah mangkok yang cukup besar, Mangkok inilah yang digunakan oleh para Bhikkhu/ Bhikkhuni untuk menerima dana/sumbangan makanan dari para umat. Namun karena patta jenis ini mudah rapuh dan mudah rusak (pecah), hingga kemudian patta dibuat dari logam seperti dari tembaga, kuningan, aluminium, dan lain-lain, dengan berbagai macam ukuran.
Pindapatta merupakan tradisi Buddhis yang telah dilaksanakan sejak zaman kehidupan Sang Buddha Gotama/ Sakyamuni Buddha (bahkan sejak jaman para Buddha terdahulu) hingga saat ini, terus berlanjut hingga jaman Buddha-Buddha yang akan datang. Tradisi Pindapatta ini masih tetap dilaksanakan di beberapa negara, seperti Thailand, Kamboja, Myanmar dan Srilanka. Di Indonesia tradisi ini sudah cukup sulit ditemukan.  Oleh karena itu,  perlu adanya pelestarian tradisi ini,  agar para umat maupun masyarakat berkesempatan mengumpulkan kebajikan melalui aktivitas Sangha ini

Dalam Manggala Sutta disebutkan bahwa berdana dan melaksanakan Dhamma adalah Berkah Utama. Para umat Buddha yang melaksanakan Dhamma dengan mempersembahkan dana kepada Sangha dapat juga disebut sebagai Dhammadana. Sebab, apapun yang dipersembahkan kepada para bhikkhu akan diubah menjadi Dhammadana, menjadi sarana pembabaran Dhamma kepada orang lain sehingga buah lebatnya akan dapat dimiliki si pemberi.

Dikutip dari: 
WWW.samaggi-phala.or.id  
http://artikelbuddhist.com/2012/07/berdana-dengan-pengertian.html
http://kalyana-mitta.com/tradisi-pindapatta/



Sabbe satta Bhavantu sukhithatta
Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia
Sadhu... Sadhu... Sadhu... 

Sunday, 24 April 2016

Retret: Jalan Cinta Kasih & Perayaan Waisak 2016 ( 13 - 17 Mei 2016, Cipayung - Jawa Barat)

Delegasi Plum Village International

Retret Keluarga & Perayaan Waisak 2016

RETRET: JALAN CINTA KASIH
Jumat - Selasa, 13-17 Mei 2016
Athalia Resort
Jl. Raya Puncak Km 65 No. 179, 
Cipayung -Jawa Barat


KEGIATAN

  • 05.00 : Bangun Pagi
  • 05.30 : Meditasi Duduk & Membaca Sutra
  • 06.30 : Meditasi Jalan
  • 09.00 : Makan Pagi
  • 10.00 : Ceramah Dharma
  • 12.00 : Makan Siang
  • 13.00 : Relaksasi Total
  • 14.00 : Diskusi Dharma
  • 16.00 : Aktivitas Bebas
  • 18.00 : Makan Malam
  • 19.00 : Acara Malam
  • 21.00 : Hening Bening
Informasi Pendaftaran:

Contact Person: 
Soe Yin Ken:  081908087938
Santy: 081219550900
Ermi: 0818772232

PERAYAAN WAISAK 2016
Hari Minggu, 22 Mei 2016
Di Pusdiklat Buddhis Boddhidharma
Jl. Daan Mogot Km 12.8
Komplek Daan Mogot Prima
Blok A3 no.1-3 (Terminal Busway Dispenda)

KALO TEK KERUH DI MUARO CUBO TENGOK KE HULU, Dhamatalk by UP. Salim Lee (1-2 Mei 2016)


"KALO TEK KERUH DI MUARO CUBO TENGOK KE HULU", Dhamatalk by UP. Salim Lee (1-2 Mei 2016) 
KALO TEK KERUH DI MUARO CUBO TENGOK KE HULU

Kelompok Belajar Lama Sherlingpa Bodhicitta mengadakan Public Teaching Oleh Upasaka Salim Lee di Jambi 
Senin, 2 Mei 2016
Pukul 19.00 Wib
Hotel Abadi Suite
Lantai Lobby, Ruang Anggrek
Jl. Prof. HOM Bafadhal, No.111, Jambi

Informasi bisa menghubungi:
 Joni: 085267025556, atau
 Rita Tan: 081919089489

Dhamatalk : Abhaya, Hidup Tidak Gentar
Oleh UP. Salim Lee
1 Mei 2016
Pukul: 18.00 -Selesai
Di Baktisala Utama Vihara Sakyakirti Jambi


Wednesday, 23 September 2015

RUBIK: THE ART OF POWER

Tema: Menguak Rahasia Sebenarnya dibalik Otoritas, Kekuasaan dan Tanggung Jawab
Pembicara: Bhante Nyanabhadra;
Bpk. Sudhamek, AWS
Waktu: Minggu, 4 Oktober 2015, 09.00 s.d. 12.00 wib
Tempat: Yap Ballroom
Informasi dan pendaftaran:
Alamsyah: 08127103166
Ching Ching: 082185888678
Lisan Putra: 081977848148

Rujukan: http://bukudharma.com


INFO LINKS