Showing posts with label Theravada. Show all posts
Showing posts with label Theravada. Show all posts

Thursday, 27 April 2017

Waisak Bersama 10 - 11 Mei 2017 di Candi Muaro JAMBI


 Rangkaian Informasi jadwal acara:

Open registration: www.waisakjambi.com


Sunday, 26 February 2017

PENJELASAN MENGENAI DANA DAN TINGKATANNYA

PENJELASAN MENGENAI DANA DAN TINGKATANNYA
Oleh : Bhikkhu Ledi Sayadaw



Penggolongan dan Penjelasan Dana Menurut Pasangan Dua :

1. AMISA DANA dan DHAMMA DANA

Amisa Dana : Pemberian dalam bentuk materi (termasuk uang).

Dhamma Dana : Pemberian berupa pengetahuan Dhamma, misalnya: mengajar dan membabarkan, menulis, menerjemahkan, menerbitkan dan memberikan buku-buku Dhamma.

Dari keduanya, Dhamma Dana memberikan hasil atau vipaka yang lebih tinggi dan berguna. Karena Dana materi hanya mampu menolong orang lain sesaat saja sedangkan Dana Dhamma mampu menolong orang lain sampai beberapa kehidupannya yang akan datang. Buddha bersabda, “SABBA DANAM DHAMMA DANAM JINATI”, artinya: dari semua pemberian, pemberian DHamma-lah yang tertinggi. 

Amisa Dana akan menghasilkan Kemakmuran dan Kesejahteraan Materi. Dhamma Dana akan menghasilkan timbulnya Kebijaksanaan dan Pengetahuan.

2. SAKKACA DANA dan ASAKKACCA DANA

Sakkacca Dana : Pemberian dengan hati-hati, sopan dan penuh hormat.

Asakkacca Dana : Pemberian tanpa sifat-sifat tersebut di atas. Misalnya memberikan makanan kepada hewan, tanpa memperhatikan segi-segi kebersihan dan sebagainya.

Bila Asakkacca Dana menghasilkan buah maka seseorang akan mendapatkan sikap yang kurang hormat atau kasar dari teman-teman, anak-anak atau pelayan-pelayannya.

3. PUJA DANA dan ANUGGAHA DANA

Puja Dana : Pemberian kepada orang-orang yang tinggi atau orang yang menjalankan Sila dan orang-orang Mulia. 

Anuggaha Dana : Pemberian kepada orang-orang yang rendah atau dengan kata lain, orang yang tidak menjalankan Sila.

Puja Dana menghasilkan buah yang sungguh jauh lebih banyak dan lebih tinggi daripada Anuggaha Dana.

4. SAHATTHIKA DANA dan ANATTHIKA DANA

Sahatthika Dana : Pemberian dengan tangan sendiri atau dilihat sendiri.

Anatthika Dana : Pemberian melalui teman, orang lain, dititipkan atau diletakkan begitu saja.

Sahatthika Dana akan menghasilkan buah yang lebih banyak dan sempurna dibandingkan dengan Anatthika Dana. Bila Anatthika Dana menghasilkan buah, buahnya kecil dan mungkin tidak sempurna (tidak dapat dinikmati secara sempurna olehnya, malah orang lain yang menikmatinya).

5. THAVARA DANA dan ATHAVARA DANA

Thavara Dana : Pemberian yang bersifat tahan lama atau jangka panjang, misalnya : Tanah, Vihara, Rumah Peristirahatan, Sekolah, Jembatan, Jalan, Sumur, Rumah Sakit dan sebagainya.

Athavara Dana : Pemberian yang sifatnya tidak tahan lama, misalnya : makanan, minuman, pakaian, uang dan sebagainya.

Thavara Dana menghasilkan buah yang jauh lebih banyak dan lebih kuat serta bertahan lama buahnya dibandingkan Athavara Dana. 

Athavara Dana juga dapat menghasilkan buah yang sama kuat dengan Thavara Dana, bila Athavara Dana dilakukan secara teratur dan terus menerus selama masa hidupnya.

6.SAPARIVARA DANA dan APARIVARA DANA

Saparivara Dana : Pemberian yang disertai dengan tambahan-tambahan lain yang lengkap.

Asaparivara Dana : Pemberian yang tidak disertai dengan tambahan-tambahan lain.

Pemberian nasi saja adalah Aparivara Dana, bila disertai dengan lauk pauk, termasuk Saparivara Dana. Sama juga halnya dengan pemberian roti atau buah saja, adalah Aparivara Dana. Sedangkan bila disertai dengan mentega atau selai adalah Saparivara Dana. 

Saparivara Dana akan menghasilkan buah yang lengkap dan nyaman. Bila Aparivara menghasilkan buah, biasanya akan cenderung untuk tidak lengkap atau tidak nyaman, misalnya seseorang menerima rumah, mungkin tak ada jendelanya atau mobil tanpa AC nya dan sebagainya.

7. NICCA DANA dan ANICCA DANA

Nicca Dana : Pemberian yang dilakukan secara teratur dan terus-menerus.

Anicca Dana : Pemberian yang dilakukan kadang-kadang saja. 

Dalam Anggutara Nikaya dikatakan bahwa jika seseorang senang melakukan Nicca Dana dan Thavara Dana semasa hidupnya, adalah layaknya kebiasaan seorang Sotapana. Dia tidak akan dilahirkan di Alam Apaya (Alam menyedihkan).

8. SANKHARA DANA dan ASANKHARA DANA

Sankhara Dana : Pemberian Dana setelah mendapat dorongan atau nasehat dari orang lain.

Asankhara Dana : Pemberian yang dilakukan atas kehendak sendiri, tanpa dorongan dari orang lain.

Sankhara Dana bila menghasilkan buah, maka  buahnya sendiri akan terbatas sekali. Asankhara Dana bila menghasilkan buah, maka buahnya akan tidak terbatas.

9. JANA DANA dan AJANA DANA

Jana Dana : Pemberian yang dilakukan dengan bijaksana dan mengerti akan akibat-akibatnya.

Ajana Dana : Pemberian yang dilakukan dengan tidak mengerti dan tidak mengetahui akan akibat-akibatnya.

Ajana Dana menghasilkan Dvihetuka Patisandhi. Mereka yang dilahirkan dengan Dvihetuka Patisandhi tidak banyak yang dapat mereka capai dalam kehidupan spiritual, sebab mereka tidak mempunyai Amoha / Panna (kebijaksanaan). 

Jana Dana membawa ke arah Tihetuka Patisandhi. Mereka yang lahir dengan Tihetuka Patisandhi dapat mencapai tingkat Kesucian Sotapatti sampai Arahata dalam kehidupan sekarang ini.

10. VATTA NISSITA DANA dan VIVATTA NISSITA DANA

Vatta Nissita Dana : Pemberian yang dilakukan untuk mengharapkan keuntungan-keuntungan yang bersifat duniawi, meliputi keinginan untuk dilahirkan sebagai anak orang kaya, sebagai seorang putri atau pangeran, aktris atau aktor, raja atau ratu, terlahir di alam-alam Deva, alam-alam Brahma dan sebagainya.

Vivatta Nissita Dana : Pemberian dengan tujuan untuk membebaskan diri dari Samsara dengan tercapainya Nibbana.

Perbedaan antara Vatta Nissita Dana dengan Vivatta Nissita Dana ini merupakan keistimewaan dalam ajaran Buddha. Vatta Nissita Dana tidak membentuk Paramita; sedangkan Vivatta Nissita Dana dapat membentuk Paramita. Vatta Nissita Dana cenderung untuk memperpanjang perputaran kelahiran di Samsara.

11. DHAMMA DANA dan ADHAMMA DANA

Dhamma Dana : Pemberian yang sesuai Dhamma, misalnya berupa : tempat tinggal, nasi, pakaian, uang dan sebagainya.

Adhamma Dana : Pemberian yang tidak sesuai Dhamma, misalnya berupa : minuman keras, senjata, racun, narkobs, mesiu dan sebagainya, yang memungkinkan menjadikan seseorang melanggar Panatipata atau Surameraya Sila. 

12. DHAMMIKA DANA dan ADHAMMIKA DANA

Dhammika Dana : Pemberian yang betul diberikan kepada seseorang atau Yayasan yang ditujukan sejak dari semula.

Adhammika Dana : Pemberian yang sebetulnya akan diberikan kepada seseorang atau Yayasan, tetapi orang itu merubah pikirannya dan memberikannya kepada orang lain atau Yayasan lainnya.

13. VATTHU DANA dan ABHAYA DANA

Vatthu Dana : Pemberian berupa suatu barang atau materi.

Abhaya Dana : Pemberian berupa suatu Kebebasan kepada suatu makhluk dari Bahaya atau Kematian, misalnya membebaskan hewan-hewan dari kurungan, melepas ikan di sungai, mematuhi Pancasila Buddhis dan sebagainya.       

14. AJJHATIKA DANA dan BAHIRA DANA

Ajjhatika Dana : Pemberian berupa bagian dari tubuh, misalnya mata, darah, ginjal, hati ataupun mengorbankan jiwa sendiri untuk kebaikan dan kebahagiaan orang lain.

Bahira Dana : Pemberian lainnya yang tidak berupa bagian tubuh sendiri.

Ada tiga macam Dana Paramita (Kesempurnaan)
1. Paramita biasa.
2. Upa Paramita, yaitu pemberian bagian tubuh, tetapi tidak memberikan jiwa (hidup) seseorang.
3. Paramattha Paramita, yaitu pemberian jiwa / hidup seseorang untuk kebaikan orang lain.

15. SAVAJJA DANA dan ANAVAJJA DANA

Savajja Dana : Pemberian yang disertai kekejaman atau pembunuhan makhluk hidup.

Anavajja Dana : Pemberian yang tidak disertai dengan kekejaman atau pembunuhan makhluk hidup.

Savajja Dana bila menghasilkan buah, cenderung disertai dengan adanya bahaya-bahaya, atau dapat pula dengan hilangnya jiwa seseorang.

16. AGGA DANA dan UCCHITA DANA

Agga Dana : Pemberian sesuatu yang terbaik dan bernilai tinggi.

Ucchita Dana : Pemberian berupa sesuatu yang bernilai rendah (barang sisa).

Jika si penerima dari Ucchita Dana menghargai dan menyukai pemberian itu, maka Dana yang diberikan itu tetap akan membawa hasil yang besar. Yang paling penting adalah Cetana (kehendak) yang baik dan Sakkacca (sikap pikiran yang hormat dan sungguh-sungguh) dari si pemberi tsb.


_______________________________

Penggolongan Menurut Pasangan Empat :

1. CATTU PACCAYA DANA
Penggolongan ini meliputi empat macam kebutuhan seorang Bhikkhu :

-Civara Dana : Pemberian jubah kepada bhikkhu.
-Pindapatta Dana : Pemberian makanan kepada bhikkhu.
-Bhesajja Dana : Pemberian obat-obatan kepada bhikkhu.
-Senasana Dana : Pemberian tempat tinggal atau kuti kepada bhikkhu.

Senasana Dana memberikan buah jasa yang paling tinggi. "VIHARA DANAM SANHASA AGGAM BUDDHENA VANNITAM". Artinya: Sebuah tempat tinggal bhikkhu yang diberikan kepada Sangha dipuji oleh Sang Buddha sebagai pemberian materi yang tertinggi. 

"SOCA SABBADODA HOTI, YO DADATI UPASSAYAM", yang berarti : Seseorang yang memberikan tempat tinggal untuk bhikkhu, sama nilainya dengan segala macam hadiah yang tertinggi.

2. DAKKHINA VISUDDHI DANA
Penggolongan ini didasarkan atas:
-Sifat si Pemberi yang berbudi luhur (menjalankan Sila).
-Sifat si Pemberi yang tidak berbudi luhur (tidak menjalankan Sila).
-Sifat si Penerima yang berbudi luhur (menjalankan Sila).
-Sifat si Penerima yang tidak berbudi luhur (tidak menjalankan Sila).

Bila keduanya berbudi luhur, pemberian tadi akan menghasilkan buah yang sangat banyak; jika salah satunya tidak berbudi luhur, hasil yang diperolehnya hanyalah sedikit.


_______________________________ 
Penggolongan Menurut Pasangan Lima :

ADHAMMA DANA, ada lima macam Adhamma Dana, yakni :
1. Pemberian makanan atau minuman yang memabukkan, dan senjata yang mematikan.
2. Pemberian boneka-boneka untuk pertunjukkan, alat musik dan tari-tarian.
3. Pemberian berupa hewan-hewan hidup untuk dimakan.
4. Pemberian berupa wanita-wanita untuk maksud seksual.
5. Pemberian gambar yang dapat menimbulkan Kilesa.

Bila Seseorang memberikan racun, tali pengikat, pisau atau senjata-senjata lain kepada seseorang yang ingin bunuh diri, hal itu termasuk Panatipata Kamma, bukan Kusala Kamma. 

Pemberian berupa alat musik, alat untuk menari, pertunjukkan dan sebagainya yang dapat menyebabkan timbulnya Kilesa adalah Akusala Kamma.

Sunday, 22 January 2017

DANA PARAMI KUTI

*MENGAWALI TAHUN 2017 DENGAN MENANAM KEBAJIKAN*

Namo Buddhaya...

_“Kammassakomhi, kamma-dayado, kamma-yoni, kamma-bandhu, kamma-patisarano. Yam kammam karissami, kalyanam va papakam va, tassa dayado bhavissami-ti.”_

_“Aku adalah pemilik karmaku sendiri, mewarisi karmaku sendiri, lahir dari karmaku sendiri, berhubungan dengan karmaku sendiri dan berlindung pada karmaku sendiri. Apapun yang kulakukan, baik maupun buruk, aku akan mewarisinya.”_

_- Upajjhatthana Sutta (AN 5.57) –_



Mari awali tahun baru dengan menanam kebajikan DANA PARAMI sehingga *karma baik pun melindungi kita sepanjang tahun ini*. 

Membangun KUTI untuk tempat tinggal GURU & BIKSU SANGHA di _Biara Pusat Belajar dan Praktik Para Calon Penakluk Tushita_, yang berlokasi di Kab. Malang, Jawa Timur. 

Desain:
Kombinasi Rumah Joglo Jawa dan Rumah Panggung Tradisional



Budget:

*Rumah Joglo*
Ukuran: +/- 100 m2
Jumlah: 1 unit
Biaya: Rp 456 juta

*Rumah Panggung*
Ukuran: +/- 78 m2 / unit
Kapasitas: 8 orang / unit
Jumlah: 4 unit
Biaya: Rp 704 juta

*Infrastruktur*
(Listrik, air, MCK, jalan, dll)
Biaya: Rp 656 juta

*Total dana yang dibutuhkan: +/- Rp 1.8 milyar*

Cara berdana:
Transfer ke
Rek BCA No. 5170882999
An. Yayasan Wilwatikta Sriphala Nusantara

Setelah transfer, mohon konfirmasi ke:
Johnson Khuo (+62 852 2022 8748)
Ida Fitri (+62 811 1984 588)

Format konfirmasi:
KUTI/Jumlah Dana/Nama Donatur/Bank Transfer/Tgl Transfer

_Mohon tambahkan angka 8 di belakang jumlah dana atau tuliskan keterangan *Dana Parami Kuti*_

Pesan ini dapat diteruskan kepada semua yang membutuhkan sehingga kesempatan menanam kebajikan ini dapat bermanfaat bagi sebanyak mingkina saudara-saudara se-Dharma. 

Terima kasih atas bantuannya telah ikut menyebarkan pesan ini.

Semoga kebajikan DANA PARAMI KUTI ini dapat menyebabkan terpenuhinya semua harapan dan keinginan kita di tahun ini serta juga menjadi sebab-sebab bagi pencapaian Kebuddhaan kita semua.

Sabbe satta bhavantu sukhitata, semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Salam metta,
Panitia Pembangunan Biara
www.kadamchoeling.or.id 
www.facebook.com/kcimonastery 

=========

_"Diibaratkan sebagai sebuah mata air, dari mana berjuta-juta penduduk kota menerima air yang dibutuhkannya, seperti demikianlah Sangha merupakan muara, dari mana ajaran Buddha akan menyebar."_







_"Kebajikan yang dihasilkan dari membangun bangunan suci akan terus bermanfaat hingga sebanyak-banyaknya kita terlahir kembali di kehidupan mendatang, selama bangunan tersebut juga terus berdiri dan memberikan banyak manfaat kepada banyak makhluk."_

Monday, 17 October 2016

Dhamma Talk: Petavatthu, 28 Oktober 2016


Dhamma Talk : PETAVATTHU 

TERBUKA UNTUK UMUM

Jumat, 28 Oktober 2016
Hotel Furaya,  Jakarta

ContactPerson:
Erwin Wijaya: 081268088379
Nery Nestary: 085264259554

Sunday, 9 October 2016

Karma dan Pengaruhnya



Karma dan Pengaruhnya

Kamma(bahasa Pali) atau Karma (bahasa Sansekerta) artinya perbuatan. Kamma atau Karma adalah suatu perbuatan yang dapat membuahkan hasil, dimana perbuatan baik akan menghasilkan kebahagiaan dan sebaliknya perbuatan jahat juga akan menghasilkan penderitaan atau kesedihan bagi pembuatnya.
Semua perbuatan yang dilakukan atau disertai dengan kehendak berbuat (cetena) merupakan Kamma. Kehendak dapat berarti keinginan, kemauan, kesengajaan atau adannya rencana berbuat.
Sang Buddha bersabda: “O, Bhikkhu! Kehendak berbuat (cetena) itulah yang kami namakan Kamma.” (Anguttara Nikaya III : 415)
Perbuatan yang tidak mengandung unsur kehendak dengan sendirinya tidak tergolong Kamma yang dapat menimbulkan akibat atau hasil perbuatan:
1.      Perbuatan yang netral murni, misalnya duduk, berdiri, berjalan, tidur, melihat dan lain-lain menurut keadaan yang wajar.
2.      Perbuatan-perbuatan yang kelihatan baik atau jahat, namun tidak disertai kehendak. Misalnya:
1.      Waktu berjalan, ada semut yang terinjak mati
2.      Tanpa disadari, uangnya jatuh dan dipungut oleh seorang cacat yang amat memerlukan uang
Semua perbuatan akan menimbulkan akibat dan semua akibat akan menimblkan hasil perbuatan. Akibat perbuatan disebut kamma-vipaka, dan hasil perbuatan disebut kamma-phala.
Dari segi perbuatan atau salurannya, kamma dibedakan atas:
Mano-kamma = perbuatan pikiran
Vaci-kamma = perbuatan kata-kata
Kaya-kamma = perbuatan badan jasmani
Sedangkan menurut sifatnya, kamma dapat dibagi menjadi dua bagian:
1.      Kusala-kamma = perbuatan baik
2.      Akusala-kamma = perbuatan jahat
Kusala-kamma berakar dari kusala-mula, 3 akar kebaikan:
Alobha : tidak tamak
Adosa : tidak membenci
Amoha : tidak bodoh
Akusala-kamma berasal dari akusala-mula, 3 akar kejahatan:
Lobha : ketamakan
Dosa : kebencian
Moha : kebodohan
Jadi Hukum Karma adalah hukum perbuatan yang akan menimbulkan akibat dan hasil perbuatan (kamma-vipaka dan kamma-phala), Hukum kamma bersifat mengikuti setiap Kamma, mutlak-pasti dan harmonis-adil.
Klasifikasi Kamma:
·         Kamma menurut fungsinya
·         Kamma menurut kekuatannya
·         Kamma menurut waktunya.

PEMBAGIAN KARMA MENURUT FUNGISNYA:
1.      Janaka-kamma: Kamma yang berfungsi menyebabkan timbulnya suatu syarat untuk kelahiran makhluk-makhluk.
Tugas dari Janaka-kamma adalah melahirkan Nama-Rupa:
Janaka-kamma melaksanakan Punarbahava, yaitu kelahiran kembali dari makhluk-makhluk di 31 alam kehidupan (lapisan kesadaran) sebelum mereka mencapai pembebasan Arahat.
2.      Upatthambaka-kamma: Kamma yang mendorong terpeliharannya suatu akibat dari suatu sebab yang telah timbul. Mendorong kusala atau akusala-kamma yang telah terjadi agar tetap berlaku.
3.      Upapilaka-kamma: Kamma yang menekan kamma yang berlawanan agar mencapai kesetimbangan dan tidak membuahkan hasil. Kamma ini menyelaraskan hubungan antara kusala-kamma dengan akusala-kamma.
4.      Upaghataka-kamma: Kamma yang meniadakan atau menghancurkan suatu akibat yang telah timbul, dan menyuburkan kamma yang baru. Maksudnya kamma yang baru itu adalah garuka-kamma, sehingga akibatnya mengatasi semua kamma yang lain.

PEMBAGIAN KAMMA MENURUT KEKUATANNYA:
Garuka Kamma
Adalah kamma yang berat dan bermutu. Akibat dari kamma ini dapt timbul dalm atu kehidupan, maupun kehidupan berikutnya. Garuka kamma terdiri dari:
a. Akusala-garuka-kamma
b. Kusala-garuka-kamma

Akusala-garuka-kamma
Kamma yang berat terdiri dari 2 kelompok, yaitu:
1.      Niyatamicchaditthi, yaitu pandangan yang salah. Maksudnya memandang yang salah adalah benar dan yang benar diartikan salah. Terdapat 10 pandangan hidup yang salah:
1.      Tidak murah hati. Tidak pemaaf atau tidak suka menolong kesukaran orang/makhluk lain.
2.      Tidak mengerti faedah berdana. Mengangap bahwa berdana adalah suatu kebodohan yagn tidak ada hasilnya.
3.      Tidak memberikan hadiah pada tamu. Tamu adalah seorang atau sekelompok orang yang kedatangannya membahagiakan kita atau yang kedatangannya kita harapkan. Memberikan hadiah pada tamu yang dewasa ini di kota terutama berarti memberikan minuman.
4.      Perbuatan baik atau perbuatan jahat dianggap tidak ada hasil atau akibatnya. Seorang yang yakin perbuatan baik akan membawa hasil tentu berusaha menambah kebaikan pada setiap kesempatan di manapun ia berada, dan sebaliknya berusaha menghndari perbuatan yang salah setiap kali akan dilakukan.
5.      Tidak percaya pada dunia ini, tidak percaya akan kebenaran Dhamma, hukum-hukum kesunyataan; yaitu kelompok manusia yang penuih dengan kekecewaan, kebencian, ketamakan, dan kebodohan.
6.      Tidak percaya pada dunia yang akan datang; tidak percaya akan tumimbal lahir, kehidupan yang akan datang.
7.      Tidak mengerti fungsi seorang ibu, dan
8.      Tidak mengerti fungsi ayah, menganggap tidak membawa akibat apapun yang dilakukan pada mereka.
9.      Tidak mempercayai adanya makhluk yang mati atau yang dilahirkan kembali.
10.  Tidak melakukan disiplin menyendiri (khusus untuk para Buddha/Arahat)
2.      Pancanantariya-kamma, yaitu 5 perbuatan durhaka.
1.      Membunuh ayah
2.      Membunuh ibu
3.      Membunuh seorang Arahat
4.      Melukai seorang Buddha
5.      Memecah belah Sangha
Mereka yang melakukan salah satu dari 5 perbuatan durhaka di atas, setelah meninggal akan lahir di alam Apaya (duka/rendah), yaitu alam neraka, binatang, setan dan raksasa.

Kusala-garuka-kamma
Adalah perbuatan “bermutu”, yaitu dengan bermeditasi , hingga mencapai tingkat kesadaran jhana. Ia akan dilahirkan di alam sorga atau lapisan kesadaran yang tinggi, yang berbentuk atau tanpa bentuk (16 rupa-bhumi dan 4 arupa-bhumi)
2.      Asanna-kamma
Kamma yang dilakukan sebelum saat mati seseorang, baik lahir maupun batin, terutama dengan pikiran. Misalnya memikirkan perbuatan baik atau jahat yang telah dilakukan di masa lalu. Jadi mempunyai pikiran yang baik di kala akan meninggal adalah merupakan hal yang penting, yang akan menentukan bentuk kehidupan berikutnya menjadi lebh baik. Asanna-kamma berlaku apabila tidak melakukan garuka-kamma.
3.      Acinna-kamma atau Bahula-kamma
Apabila seorang dalam hidupnya tidak melakukan garuka-kamma dan di saat akan meninggal tidak pula melakukan Asanna-kamma, maka yang menentukan corak kelahiran berikutnya adalah acinna-kamma. Acinna-kamma atau Bahula-kamma adalah kamma kebiasaan, baik dengan kata-kata, perbuatan maupun pikiran. Walaupun seorang hanya sekali berbuat baik, namun karena selalu diingat, menimbulkan kebahagiaan hingga menjelang kematiannya, hal ini akan menyebabkan kelahiran berikutnya mnjadi baik. Demikian juga seorang yang hanya seklain bernuat jahat, karena selalu diingat menimbulkan kegelisahan hingga akhir hidupnya, sehingga akan lahir di alam yang tidak baik. Oleh karena itu apabila kita pernah berbuat jahat, maka perbuatan jahat itu harus dilupakan; demikian pula sebaliknya kalau kita pernah berbuat baik, perbuatan itu perlu selalu diingat.
4.      Katatta-kamma
Bila seorang tidak berbuat Garuka-kamma, Asanna-kamma atau Acinna-kamma, maka yang menentukan bentuk kehidupan berikutnya adalah katatta-kamma, yaitu kamma yang ringan-ringan, yang pernah diperbuat dalam hidupnya.





Tuesday, 6 September 2016

Pindapatta oleh 4 Orang Bhikku Sangha di Jambi


Pindapatta oleh 4 Orang Bhikku Sangha di Jambi
(Maha Cetiya Oenang Hermawan) 

Hari/Tanggal:Minggu,  11 September 2016

Waktu: Jam 08.00 wib s.d. selesai

Rute: JNE - MM. Central - SD Attaufiq -  Simpang 4 Tanjung Pinang - Sai Ananda -  Lrg. Kuningan - Lrg. Mangga -  Pasar Baru -  Bengkel Cokro  -  Dealer Mataram Sakti


Pindapatta berasal dari bahasa Pali yang artinya menerima persembahan makanan. Sedangkan yang disebut Patta adalah sejenis mangkok makanan yang digunakan oleh para Bhikkhu/Bhikkhuni. Dulunya pada jaman Sang Buddha, patta ini terbuat dari sejenis buah labu yang disayat bagian atasnya, lalu dikerok bagian tengah/isinya dibuang. Kemudian bagian kulitnya dikeringkan sehingga berbentuk sebuah mangkok yang cukup besar, Mangkok inilah yang digunakan oleh para Bhikkhu/ Bhikkhuni untuk menerima dana/sumbangan makanan dari para umat. Namun karena patta jenis ini mudah rapuh dan mudah rusak (pecah), hingga kemudian patta dibuat dari logam seperti dari tembaga, kuningan, aluminium, dan lain-lain, dengan berbagai macam ukuran.
Pindapatta merupakan tradisi Buddhis yang telah dilaksanakan sejak zaman kehidupan Sang Buddha Gotama/ Sakyamuni Buddha (bahkan sejak jaman para Buddha terdahulu) hingga saat ini, terus berlanjut hingga jaman Buddha-Buddha yang akan datang. Tradisi Pindapatta ini masih tetap dilaksanakan di beberapa negara, seperti Thailand, Kamboja, Myanmar dan Srilanka. Di Indonesia tradisi ini sudah cukup sulit ditemukan.  Oleh karena itu,  perlu adanya pelestarian tradisi ini,  agar para umat maupun masyarakat berkesempatan mengumpulkan kebajikan melalui aktivitas Sangha ini

Dalam Manggala Sutta disebutkan bahwa berdana dan melaksanakan Dhamma adalah Berkah Utama. Para umat Buddha yang melaksanakan Dhamma dengan mempersembahkan dana kepada Sangha dapat juga disebut sebagai Dhammadana. Sebab, apapun yang dipersembahkan kepada para bhikkhu akan diubah menjadi Dhammadana, menjadi sarana pembabaran Dhamma kepada orang lain sehingga buah lebatnya akan dapat dimiliki si pemberi.

Dikutip dari: 
WWW.samaggi-phala.or.id  
http://artikelbuddhist.com/2012/07/berdana-dengan-pengertian.html
http://kalyana-mitta.com/tradisi-pindapatta/



Sabbe satta Bhavantu sukhithatta
Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia
Sadhu... Sadhu... Sadhu... 

Wednesday, 10 August 2016

Upacara PATTIDANA, jambi, 21 Agustus 2016


UPACARA PATTIDANA
(Penyaluran Jasa-Jasa Kepada Leluhur)
Akan dilaksanakan pada:
Hari: Minggu,21Agustus 2016
Jam: 18:00 - selesai
Tempat: Maha Cetya  Oenang Hermawan Jambi


Untuk info & Pemesanan Paket Dana bisa menghubungi:
-Hasan Helga Lie (085266808817)
-Suhu Engpo (082183964211)
-Santy Tjong (087877731925)
-Hendra (085266523100)
-Felix Hariyanto (082377310999)

Friday, 24 June 2016

Program UPASAKA & UPASIKA RATANA (ATTHASILA)





UPASAKA & UPASIKA RATANA (ATTHASILA)

Waktu: 8-11 Juli 2016
Tempat: cetiya Oenang Hermawan Jambi
Syarat Peserta:
1. Sehat jasmani dan rohani;
2. Pria atau wanita berumur 15-60 tahun;
3. Mampu menjalankan attasila selama program;
4. Tidak boleh memakai telepon genggam dalam bentuk & alasan apapun selama program;
5. Tidak boleh membawa perhiasan dan barang berharga lainnya;
6. Untuk pemuda dan pemudi harus mendapat izin dari orang tua.

Bagi yang berminat bisa menghubungi: 
1. Hasan Helga (085266808817)
2. Santy Tjong (085378989181)
3. Hendra (085266523100)
4. Enpo (082183964211)



พลง กองทัพธรรม 

  กระหึ่ม และกึกก้อง คือเสียงกลองธรรมเภรี เหล่าธรรมหัตถีจงย่ำยีพวกบีฑา ทหารกล้าพระชินวรคือ ผู้สอนพระพุทธศาสนา อาวุธคือดวงปัญญา สมาธิหรือ คือเสบียง พร้อมเถิดกองทัพธรรมแล้วจงนำสรรพเสียง สวดมนต์นี้ ไปร้อยเรียงจำเรียงกระจายสู่หมู่ชน ขจัดความมัวเมา ขจัดโซ่เหล่าสิ่งอกุศล ความมืดมิด คิดแต่ตน ที่คิดชั่วให้กลัวกรรม กระหึ่ม และกึกก้อง นั่นเสียงของกองทัพธรรมพร้อมแล้วที่จะนำแก้วกายธรรมเฉิดประกาย 
Sumber: http://dmc.tv/v46667



SEGERA HADIR!!! Baca Juga Kisah-Kisah bermanfaat: http://jataka-mala.blogspot.com

Saturday, 4 June 2016

Acara Pabajja Samanera di Jambi: "...Menjadi seorang samanera sekali seumur hidup untuk orang tua Anda."


"...Menjadi seorang samanera sekali seumur hidup untuk orang tua Anda."


Acara Pabajja Samanera di Jambi



Tgl.11Juni2016 :
Pendaftaran ulang-latihan militair,check in.(ลงทะเบียน.เข้าพัก.ฝึกทหาร)

Tgl.12 Juni 2016:
acara Potong rambut di Maha Cetiya Oenang Hermawan.(ปลงผม)

Tgl.15 Juni 2016:
acara petahbiskan samanera sementara.(บรรพชา)

Tgl.19 Juni 2016:
Pintapata kota Jambi-Waisak (malam)(บิณฑบาตรและค่ำ วิสาข)

Tgl.20-21Juni 2016:Meditasi di Candi Muara Jambi.(ไปปักกลดนั่งสมาธิ ที่ มัวร่า จานดี)

Tgl.22 Juni 2016:
acara menerima sertifikat dan selesai program.(รับใบกระกาศ..จบการอบรม)


PENDAFTARAN: PAK HASAN (081281269999)

SEGERA HADIR!!! Baca Juga Kisah-Kisah bermanfaat: http://jataka-mala.blogspot.com

Sunday, 24 April 2016

Retret: Jalan Cinta Kasih & Perayaan Waisak 2016 ( 13 - 17 Mei 2016, Cipayung - Jawa Barat)

Delegasi Plum Village International

Retret Keluarga & Perayaan Waisak 2016

RETRET: JALAN CINTA KASIH
Jumat - Selasa, 13-17 Mei 2016
Athalia Resort
Jl. Raya Puncak Km 65 No. 179, 
Cipayung -Jawa Barat


KEGIATAN

  • 05.00 : Bangun Pagi
  • 05.30 : Meditasi Duduk & Membaca Sutra
  • 06.30 : Meditasi Jalan
  • 09.00 : Makan Pagi
  • 10.00 : Ceramah Dharma
  • 12.00 : Makan Siang
  • 13.00 : Relaksasi Total
  • 14.00 : Diskusi Dharma
  • 16.00 : Aktivitas Bebas
  • 18.00 : Makan Malam
  • 19.00 : Acara Malam
  • 21.00 : Hening Bening
Informasi Pendaftaran:

Contact Person: 
Soe Yin Ken:  081908087938
Santy: 081219550900
Ermi: 0818772232

PERAYAAN WAISAK 2016
Hari Minggu, 22 Mei 2016
Di Pusdiklat Buddhis Boddhidharma
Jl. Daan Mogot Km 12.8
Komplek Daan Mogot Prima
Blok A3 no.1-3 (Terminal Busway Dispenda)

Saturday, 8 August 2015

INFO:Tautan Audio/Video Paritta, Sutra, Mantra, maupun lagu Buddhis

Audio/Video Parita, Sutra, Mantra, maupun lagu Buddhis biasanya jarang dijual di pasar konvensional. Untuk mendapatkan-nya di era digital dewasa ini, kita dapat mengunduh secara gratis, atau membelinya di toko - toko online. Berikut ini beberapa tautan yang dapat kita kunjungi untuk mendapatkan audio/video Parita, Sutra, maupun Mantra Buddhis: (akan selalu di-update)

A. Mengunduh audio/video secara gratis pada tautan - tautan berikut:
1. http://www.buddhanet.net/audio-chant.htm
2. http://www.samaggi-phala.or.id/multimedia/audio/
3. https://archive.org/details/buddhamantra
4. http://www.chingtu.net/index.php/gallery/sutra-mantra-lagu/mp3-doa-dan-lagu-buddhis
5. http://www.ceramahdhamma.com/contents/paritta/download-paritta-suci
6. http://vipassanasangha.free.fr/=eng/pali_chantings.htm
7. http://www.dhammatalks.net/Books9/Paritta_Protection.htm
8. http://www.freebuddhistaudio.com/
9. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kcy.heartjewelpuja
10. http://www.last.fm/music/+free-music-downloads/buddhist
11. http://www.ic.sunysb.edu/Clubs/buddhism/music/music.html
12. http://dhammacitta.org/perpustakaan/category/mp3/
13. http://sasanaonline.tripod.com/gatha/gatha.htm
14. http://pathgate.org/index.php/tibetan-prayer-and-mantra
15. http://www.sutrasmantras.info/mantra0.html

B. Membeli DVD/VCD di tautan toko online berikut:
1. http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=4530.0
2. http://shop.fpmt.org/Audio-Video_c_151.html
3. http://www.mediachandra.com/index.php?halaman=produk&id=06
4. http://www.adhiraja.com/adhiraja/product_list.php?cPath=33&adhiraja=pWd1tPor8SRgfnjY3Lc,P0
5. http://dharmaduta.com/audiovideo

Semoga tautan - tautan di atas bermanfaat dan terima kasih untuk semuanya.  Sadhu 3x.


INFO LINKS