Thursday, 8 December 2016

V-Star #2, Leadership (Atthasila) untuk Anak - Anak pada 17 - 19 Desember 2016



Program Atthasila dalam melatih Kepemimpinan anak -  Anak.  Selama 3 hari anak  -  anak akan mendapatkan berbagai pelajaran dalam mengembangkan diri mereka.  Mereka diajarkan kemandirian dan pengembangan diri agar dapat meraih keberhasilan mereka di masa mendatang. Melalui meditasi mereka diarahkan untuk mengenal potensi di dalam diri mereka serta menibgkatkan kepedulian mereka dalam berinteraksi dengan sesama.  Setelah mendapatkan program ini,  peserta diharapkan dapat mempraktikkannya di dalam keseharian mereka.  

Daftarkan Anak Anda Segera!!!! 

Pada akhir program setiap peserta akan mendapatkan Sertifikat dan cinderamata yang dapat mengingatkan mereka dalam mengikuti kegiatan positif ini. 

Syarat dan ketentuan:
1.Sehat jasmani dan rohani
2. Pria atau wanita berumur 7 -  15 tahun
3. Mampu menjalankan Attasila ( 10 Sila Buddhis) selama program
4. Tidak diperbolehkan memakai handphone/Smartphone selama program
5. Tidak diperkenankan membawa perhiasan ataupun barang berharga lainnya 
6. Mendapat izin dari orangtua/ wali untuk menginap di Cetya selama program 

Info lebih lanjut & Pendaftaran,  dapat menghubungi:
1. Hasan Helga (085266808817)
2. Santy Tjong (085378989181)
3. Hendra (085266523100)
4. Enpo (082183964211)





Thursday, 1 December 2016

Program Pabajja Atthangasila 20 Desember 2016




Syarat dan ketentuan umum:
1. Peserta program latih diri Samanera dapat diikuti oleh laki-laki usia 16-55 tahun.
2. Peserta program latih diri Upasikha Atthangasila dapat diikuti oleh wanita usia 16-55 tahun.
3. Surat izin mengikuti Pabbajja Samanera dari Orangtua/Wali atau Istri.

CP:
Bhante Bhadrasamantha (085743588635)
Fandesson (08192566678)
Merysa (081274968571)

Bagi yang ingin mengikuti dapat menghubungi CP di atas atau dapat langsung ke Vihara Sakyakirti pada jam operasional.
Terimakasih

Sunday, 20 November 2016

Public Retreat 2016

*[PUBLIC RETREAT 2016]*

"Setelah memahami bahwa guru yang baik adalah dasar dari kebajikan dan bahwa mengikutinya dengan benar merupakan akar dari jalan maka berkatilah aku agar dapat berbakti padanya dengan rasa hormat yang mendalam dan upaya yang berulang ulang." 
~ Dasar-dasar dari semua kebajikan 

Tahun ini Kadam Choeling Indonesia kembali menyelenggarakan Public Retreat yang akan diadakan pada: 

- Tanggal        : 24 Desember 2016 s/d 01 Januari 2017
- Tempat        : Prasadha Jinarakkhita, Jl. Kembangan Raya Blok JJ, Puri Indah, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. 
- Pembicara : Y.M. Biksu Bhadraruci
- Topik       : Baris - Baris Pengalaman



Dalam kurun waktu satu tahun terakhir kita telah meluangkan begitu banyak untuk mengurus segala urusan duniawi. Inilah saatnya untuk *"Recharge Batin”* kita melalui sesi ajaran dari *Y.M. Biksu Bhadraruci* selama 9 hari. Catat tanggalnya dan Siapkan diri Anda dari sekarang.

Informasi dan pendaftaran :

#Untuk pendaftaran diri bisa langsung akses website: www.ilr2016.eventbrite.com
#info dan konfirmasi langsung :Sapta Hadi Kesuma(+628984811450) 

_Sarva Manggalam,_
_Kadam Choeling Indonesia_
_Supported by Manajemen Alur Hidup (MAH_

Monday, 17 October 2016

Sangha Dana, 5 November 2016 (Kathina 2560 B.E./2016) ; DHAMMA IS MY WAY


CETIYA DHARMA GRAHA CHANDRA NAYA


DHAMMA IS MY WAY

Dihadiri oleh: Y. M.  Bhikhu Bhadraruci Sthavira,  beserta anggota Sangha KCI

Guest Star: Irvyn Wongso


Sabtu,  5 November 2016
09.00 -  Selesai
Aula SD CANDRA NAYA

Contact Person:
Vitashya (081286277883)
Michael (081287270762)
Kezya (085883553435)





Dhamma Talk: Petavatthu, 28 Oktober 2016


Dhamma Talk : PETAVATTHU 

TERBUKA UNTUK UMUM

Jumat, 28 Oktober 2016
Hotel Furaya,  Jakarta

ContactPerson:
Erwin Wijaya: 081268088379
Nery Nestary: 085264259554

Kathina 2560 BE - Bogor, Minggu, 23 Oktober 2016 (Vihara Buddhasena)


Kathina 2560 BE, 
INDAHNYA MEMBERI SEBAGAI BERKAH KEHARMONISAN




PERAYAAN KATHINA DI VIHARA BUDHASENA BOGOR

Minggu, 23 Oktober 2016
Pukul 09.00 wib
Baktisala Vihara Buddhasena
Dibimbing oleh Bhiku Sangha
Info Pemesanan Paket Sanghadana : Lala:08988592018




Perayaan Kathina 

Sunday, 9 October 2016

Karma dan Pengaruhnya



Karma dan Pengaruhnya

Kamma(bahasa Pali) atau Karma (bahasa Sansekerta) artinya perbuatan. Kamma atau Karma adalah suatu perbuatan yang dapat membuahkan hasil, dimana perbuatan baik akan menghasilkan kebahagiaan dan sebaliknya perbuatan jahat juga akan menghasilkan penderitaan atau kesedihan bagi pembuatnya.
Semua perbuatan yang dilakukan atau disertai dengan kehendak berbuat (cetena) merupakan Kamma. Kehendak dapat berarti keinginan, kemauan, kesengajaan atau adannya rencana berbuat.
Sang Buddha bersabda: “O, Bhikkhu! Kehendak berbuat (cetena) itulah yang kami namakan Kamma.” (Anguttara Nikaya III : 415)
Perbuatan yang tidak mengandung unsur kehendak dengan sendirinya tidak tergolong Kamma yang dapat menimbulkan akibat atau hasil perbuatan:
1.      Perbuatan yang netral murni, misalnya duduk, berdiri, berjalan, tidur, melihat dan lain-lain menurut keadaan yang wajar.
2.      Perbuatan-perbuatan yang kelihatan baik atau jahat, namun tidak disertai kehendak. Misalnya:
1.      Waktu berjalan, ada semut yang terinjak mati
2.      Tanpa disadari, uangnya jatuh dan dipungut oleh seorang cacat yang amat memerlukan uang
Semua perbuatan akan menimbulkan akibat dan semua akibat akan menimblkan hasil perbuatan. Akibat perbuatan disebut kamma-vipaka, dan hasil perbuatan disebut kamma-phala.
Dari segi perbuatan atau salurannya, kamma dibedakan atas:
Mano-kamma = perbuatan pikiran
Vaci-kamma = perbuatan kata-kata
Kaya-kamma = perbuatan badan jasmani
Sedangkan menurut sifatnya, kamma dapat dibagi menjadi dua bagian:
1.      Kusala-kamma = perbuatan baik
2.      Akusala-kamma = perbuatan jahat
Kusala-kamma berakar dari kusala-mula, 3 akar kebaikan:
Alobha : tidak tamak
Adosa : tidak membenci
Amoha : tidak bodoh
Akusala-kamma berasal dari akusala-mula, 3 akar kejahatan:
Lobha : ketamakan
Dosa : kebencian
Moha : kebodohan
Jadi Hukum Karma adalah hukum perbuatan yang akan menimbulkan akibat dan hasil perbuatan (kamma-vipaka dan kamma-phala), Hukum kamma bersifat mengikuti setiap Kamma, mutlak-pasti dan harmonis-adil.
Klasifikasi Kamma:
·         Kamma menurut fungsinya
·         Kamma menurut kekuatannya
·         Kamma menurut waktunya.

PEMBAGIAN KARMA MENURUT FUNGISNYA:
1.      Janaka-kamma: Kamma yang berfungsi menyebabkan timbulnya suatu syarat untuk kelahiran makhluk-makhluk.
Tugas dari Janaka-kamma adalah melahirkan Nama-Rupa:
Janaka-kamma melaksanakan Punarbahava, yaitu kelahiran kembali dari makhluk-makhluk di 31 alam kehidupan (lapisan kesadaran) sebelum mereka mencapai pembebasan Arahat.
2.      Upatthambaka-kamma: Kamma yang mendorong terpeliharannya suatu akibat dari suatu sebab yang telah timbul. Mendorong kusala atau akusala-kamma yang telah terjadi agar tetap berlaku.
3.      Upapilaka-kamma: Kamma yang menekan kamma yang berlawanan agar mencapai kesetimbangan dan tidak membuahkan hasil. Kamma ini menyelaraskan hubungan antara kusala-kamma dengan akusala-kamma.
4.      Upaghataka-kamma: Kamma yang meniadakan atau menghancurkan suatu akibat yang telah timbul, dan menyuburkan kamma yang baru. Maksudnya kamma yang baru itu adalah garuka-kamma, sehingga akibatnya mengatasi semua kamma yang lain.

PEMBAGIAN KAMMA MENURUT KEKUATANNYA:
Garuka Kamma
Adalah kamma yang berat dan bermutu. Akibat dari kamma ini dapt timbul dalm atu kehidupan, maupun kehidupan berikutnya. Garuka kamma terdiri dari:
a. Akusala-garuka-kamma
b. Kusala-garuka-kamma

Akusala-garuka-kamma
Kamma yang berat terdiri dari 2 kelompok, yaitu:
1.      Niyatamicchaditthi, yaitu pandangan yang salah. Maksudnya memandang yang salah adalah benar dan yang benar diartikan salah. Terdapat 10 pandangan hidup yang salah:
1.      Tidak murah hati. Tidak pemaaf atau tidak suka menolong kesukaran orang/makhluk lain.
2.      Tidak mengerti faedah berdana. Mengangap bahwa berdana adalah suatu kebodohan yagn tidak ada hasilnya.
3.      Tidak memberikan hadiah pada tamu. Tamu adalah seorang atau sekelompok orang yang kedatangannya membahagiakan kita atau yang kedatangannya kita harapkan. Memberikan hadiah pada tamu yang dewasa ini di kota terutama berarti memberikan minuman.
4.      Perbuatan baik atau perbuatan jahat dianggap tidak ada hasil atau akibatnya. Seorang yang yakin perbuatan baik akan membawa hasil tentu berusaha menambah kebaikan pada setiap kesempatan di manapun ia berada, dan sebaliknya berusaha menghndari perbuatan yang salah setiap kali akan dilakukan.
5.      Tidak percaya pada dunia ini, tidak percaya akan kebenaran Dhamma, hukum-hukum kesunyataan; yaitu kelompok manusia yang penuih dengan kekecewaan, kebencian, ketamakan, dan kebodohan.
6.      Tidak percaya pada dunia yang akan datang; tidak percaya akan tumimbal lahir, kehidupan yang akan datang.
7.      Tidak mengerti fungsi seorang ibu, dan
8.      Tidak mengerti fungsi ayah, menganggap tidak membawa akibat apapun yang dilakukan pada mereka.
9.      Tidak mempercayai adanya makhluk yang mati atau yang dilahirkan kembali.
10.  Tidak melakukan disiplin menyendiri (khusus untuk para Buddha/Arahat)
2.      Pancanantariya-kamma, yaitu 5 perbuatan durhaka.
1.      Membunuh ayah
2.      Membunuh ibu
3.      Membunuh seorang Arahat
4.      Melukai seorang Buddha
5.      Memecah belah Sangha
Mereka yang melakukan salah satu dari 5 perbuatan durhaka di atas, setelah meninggal akan lahir di alam Apaya (duka/rendah), yaitu alam neraka, binatang, setan dan raksasa.

Kusala-garuka-kamma
Adalah perbuatan “bermutu”, yaitu dengan bermeditasi , hingga mencapai tingkat kesadaran jhana. Ia akan dilahirkan di alam sorga atau lapisan kesadaran yang tinggi, yang berbentuk atau tanpa bentuk (16 rupa-bhumi dan 4 arupa-bhumi)
2.      Asanna-kamma
Kamma yang dilakukan sebelum saat mati seseorang, baik lahir maupun batin, terutama dengan pikiran. Misalnya memikirkan perbuatan baik atau jahat yang telah dilakukan di masa lalu. Jadi mempunyai pikiran yang baik di kala akan meninggal adalah merupakan hal yang penting, yang akan menentukan bentuk kehidupan berikutnya menjadi lebh baik. Asanna-kamma berlaku apabila tidak melakukan garuka-kamma.
3.      Acinna-kamma atau Bahula-kamma
Apabila seorang dalam hidupnya tidak melakukan garuka-kamma dan di saat akan meninggal tidak pula melakukan Asanna-kamma, maka yang menentukan corak kelahiran berikutnya adalah acinna-kamma. Acinna-kamma atau Bahula-kamma adalah kamma kebiasaan, baik dengan kata-kata, perbuatan maupun pikiran. Walaupun seorang hanya sekali berbuat baik, namun karena selalu diingat, menimbulkan kebahagiaan hingga menjelang kematiannya, hal ini akan menyebabkan kelahiran berikutnya mnjadi baik. Demikian juga seorang yang hanya seklain bernuat jahat, karena selalu diingat menimbulkan kegelisahan hingga akhir hidupnya, sehingga akan lahir di alam yang tidak baik. Oleh karena itu apabila kita pernah berbuat jahat, maka perbuatan jahat itu harus dilupakan; demikian pula sebaliknya kalau kita pernah berbuat baik, perbuatan itu perlu selalu diingat.
4.      Katatta-kamma
Bila seorang tidak berbuat Garuka-kamma, Asanna-kamma atau Acinna-kamma, maka yang menentukan bentuk kehidupan berikutnya adalah katatta-kamma, yaitu kamma yang ringan-ringan, yang pernah diperbuat dalam hidupnya.





INFO LINKS